Wow, Potensi Transaksi Ekspor Produk Kecantikan Tembus Rp1,4 Triliun! Kemendag Bidik Pasar Non-Tradisional

Kementerian Perdagangan gencar dorong **ekspor produk kecantikan** dan herbal Indonesia ke pasar non-tradisional seperti Afrika dan Timur Tengah, raup potensi transaksi Rp1,4 triliun. Bagaimana strateginya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wow, Potensi Transaksi Ekspor Produk Kecantikan Tembus Rp1,4 Triliun! Kemendag Bidik Pasar Non-Tradisional
Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara agresif mendorong perluasan **ekspor produk kecantikan** dan herbal Indonesia ke pasar non-tradisional seperti Afrika dan Timur Tengah, dengan target potensi transaksi mencapai miliaran rupiah. (AntaraNews)

Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara aktif mendorong perluasan akses dan penetrasi pasar ekspor bagi produk-produk unggulan Indonesia. Fokus utama saat ini adalah membidik wilayah non-tradisional, termasuk Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin.

Dorongan ini terutama menyasar produk kosmetik, kesehatan, dan makanan olahan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jawa Barat. Langkah strategis ini diharapkan dapat mendiversifikasi pasar ekspor dan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.

Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arief Wibisono, menyatakan bahwa upaya ini merupakan respons terhadap berbagai hambatan perdagangan global. Salah satunya adalah pengenaan tarif tinggi oleh negara-negara seperti Amerika Serikat.

Kemendag telah mengidentifikasi sejumlah negara di kawasan non-tradisional yang memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan ekspor baru. Negara-negara tersebut mencakup Mozambik dan Tunisia di Afrika, India dan Pakistan di Asia Tengah, serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

Produk-produk asal Jawa Barat, khususnya di sektor kecantikan dan kesehatan berbasis herbal, dinilai memiliki daya saing tinggi. Kualitas dan inovasi produk-produk ini menjadikannya sangat diminati di pasar internasional.

Arief Wibisono menegaskan, "Industri produk kecantikan dan kesehatan kita sudah cukup maju. Permintaan dari Afrika dan Timur Tengah sangat tinggi, baik untuk barang jadi maupun bahan baku herbal." Pernyataan ini menunjukkan optimisme Kemendag terhadap potensi produk lokal.

Strategi diversifikasi pasar ini juga mencakup skema kolaboratif dengan negara mitra. Contohnya adalah Maroko, yang dapat menjadi hub ekspor ke Amerika Serikat melalui perjanjian dagang yang sudah dimiliki negara tersebut.

Untuk mendukung UMKM, Kemendag meluncurkan program unggulan bertajuk "UMKM Bisa Ekspor" sejak Januari 2025. Program ini dirancang untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam negeri menembus pasar internasional melalui business matching daring.

Sejak awal tahun hingga September 2025, program ini telah menunjukkan hasil signifikan. Program ini berhasil membukukan potensi transaksi ekspor lebih dari 100 juta dolar AS, atau setara sekitar Rp1,4 triliun.

Dari total potensi transaksi tersebut, lebih dari 50 juta dolar AS telah terealisasi dalam bentuk purchase order. Ini menunjukkan efektivitas program dalam menghubungkan UMKM dengan pembeli internasional.

Kemendag memanfaatkan jaringan 46 kantor perwakilan dagang di luar negeri, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Jaringan ini berperan penting dalam memfasilitasi perluasan pasar ekspor, termasuk bagi UMKM.

UMKM binaan berbagai pihak yang telah lolos kurasi dari instansi pembina seperti Bank Indonesia dan dinas terkait akan difasilitasi. Mereka akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan pitching hingga temu buyer secara daring.

Kegiatan business matching daring ini akan ditindaklanjuti dalam ajang Trade Expo Indonesia dan West Java Expo yang akan berlangsung pekan depan. Beberapa buyer dari India, Vietnam, hingga Libanon dijadwalkan hadir langsung ke Jawa Barat.

Kehadiran buyer internasional ini bertujuan untuk memastikan kualitas produk yang sebelumnya sudah dijajaki melalui business matching daring. Ini menjadi kesempatan emas bagi UMKM untuk menjalin kemitraan jangka panjang.

Selain itu, platform digital INAexport terus dikembangkan sebagai hub pertemuan antara pelaku usaha dan pembeli luar negeri. Saat ini, platform tersebut telah memiliki lebih dari 12.000 pelaku usaha dan 2.000 buyer aktif.

Arief Wibisono menambahkan, "Lebih dari 100 permintaan ekspor sudah masuk melalui INAexport tahun ini. Selama UMKM memiliki legalitas usaha seperti NIB, mereka bisa memanfaatkan platform ini untuk menjangkau pasar global."

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi