Ju Haknyeon Bantah Prostitusi, Tolak Keluar dari THE BOYZ dan ONE HUNDRED
Kabar mengejutkan! Ju Haknyeon resmi tinggalkan THE BOYZ dan agensi ONE HUNDRED usai bantah tuduhan prostitusi. Simak selengkapnya!
Kabar mengejutkan seputar Ju Haknyeon, member THE BOYZ, kembali mengguncang industri hiburan Korea Selatan. Pada Jumat, 20 Juni 2025, sang idol mengeluarkan klarifikasi menohok lewat unggahannya di media sosial. Ia menyatakan tegas: tidak pernah sepakat keluar dari grup atau ONE HUNDRED, dan sama sekali tidak pernah terlibat prostitusi. Intinya: semua keputusan pemutusan kontrak adalah inisiatif agensi yang berjalan sepihak dan tanpa persetujuan dari dirinya.
Tuduhan Prostitusi yang Meledak
Laporan TenAsia pada 18 Juni menyebutkan bahwa Ju Haknyeon diduga membayar mantan aktris JAV, Asuka Kirara, untuk “pertemuan seks”. Rumor ini dipicu oleh laporan media Jepang, Shukan Bunshun, yang menanyakan langsung ke ONE HUNDRED tentang dugaan pertemuan pada Mei 2025.
Tidak lama kemudian, agensi mengumumkan secara resmi bahwa Haknyeon telah keluar dari THE BOYZ dan kontraknya berakhir. Internalisasi situasi pun bertambah panas karena beberapa media lokal meneruskan kabar keterlibatan prostitusi, memicu kontroversi besar di kalangan penggemar dan netizen.
Klarifikasi Ju Haknyeon
Dalam pernyataannya, Ju Haknyeon memberikan bantahan detail:
- “Saya tidak pernah mundur dari grup dan tidak pernah menyetujui pemutusan kontrak eksklusif,” tegasnya.
- “Tidak ada alasan sah dalam kontrak yang membenarkan pengakhiran kerja saya, tapi agensi tetap menutur alasan fiktif.”
- “Agensi menuntut ganti rugi lebih dari 2 miliar won, dan menekan saya untuk keluar—saya tidak pernah menyetujui itu.”
- “Namun, mereka memviralkan ke media bahwa kontrak saya sudah diputus—padahal itu tidak benar sama sekali.”
Lebih lanjut ia menegaskan, agensi secara sepihak mengirimkan surat yang menyalahkan dirinya, tanpa mengikuti prosedur kontraktual. Bahkan, ancaman ganti rugi melekat dalam surat itu.
Akan Bergerak Secara Hukum
Ju Haknyeon tak tinggal diam. Ia menyatakan akan menuntut secara hukum:
- Agensi, atas tindakan sepihak yang merugikannya secara moral dan profesional.
- Media, atas publikasi tuduhan prostitusi yang mencemarkan nama baiknya tanpa verifikasi fakta.
Kalimatnya tegas: “Jika ada bukti keterlibatan prostitusi, buka sekarang juga. Saya akan tempuh jalur hukum perdata dan pidana terhadap agensi dan media yang menyebar fitnah ini.” Dengan tegas, ia menyatakan kesungguhan untuk “menyelesaikan ini sampai akhir demi mengungkap kebenaran”.
Proses Investigasi & Reaksi Publik
Informasi terbaru menyebutkan bahwa pihak kepolisian sudah bergerak. Seorang pelapor mengajukan pengaduan via e-People ke Tim Investigasi Kejahatan Perempuan dan Remaja 4, Polres Gangnam, Seoul. Persoalan masih memasuki tahap awal penyelidikan, dan belum ada kesimpulan final terkait tuduhan tersebut.
Sementara itu, reaksi fans dan netizen terbagi. Tagar seperti #BelieveHaknyeon dan #JusticeForHaknyeon menguat di media sosial, mendukung klarifikasi sang idol dan menyerukan penghentian fitnah.
Apa yang Terjadi dengan Kontrak?
Menurut Ju Haknyeon, ONE HUNDRED:
- Memberhentikan aktivitasnya tanpa prosedur yang semestinya (seperti peringatan tertulis, diskusi internal, atau masa transisi).
- Langsung memutus kontrak eksklusif, walau tidak ada klausul sah yang mengizinkan hal ini.
- Menuntut ganti rugi besar lebih dari 2 miliar won tanpa kesepakatan bersama.
- Keluar dan kontrak diputuskan sepihak, lalu diumumkan publik sebagai fakta resmi.
Ju Haknyeon menyatakan bahwa yang seharusnya dilakukan agensi adalah melindungi dan memperlakukan artis dengan adil, bukan membuatnya terdakwa opini publik sebelum ada fakta sah.
Pernyataan Lengkap Ju Haknyeon di Sosial Medianya
Selamat sore. Ini sudah memasuki tahun kedua.
Meski saya sudah dengan jelas menyatakan bahwa saya tidak melakukan aktivitas ilegal apa pun, saya tetap akan mengambil langkah hukum terhadap beberapa jurnalis dan media yang terus menyebarkan berita jahat dan menyesatkan—baik melalui jalur perdata maupun pidana.
Kalau memang ada bukti bahwa saya terlibat dalam perdagangan seks, silakan ungkapkan sekarang juga.
Dan satu hal yang perlu diluruskan: saya tidak keluar dari grup. Saya juga tidak pernah menyetujui pemutusan kontrak secara sepihak.
Padahal dalam isi kontrak pun jelas tidak ada alasan yang sah untuk memutus hubungan kerja,
Namun, beberapa pihak mencoba menggiring opini seolah-olah ada alasannya.
Beberapa media bahkan mencemarkan nama saya dengan menyebutkan isu perdagangan seks tanpa bukti atau dasar apa pun.
Pihak agensi meminta saya keluar dengan tuntutan ganti rugi lebih dari 200 miliar won,
Namun saya tidak pernah menyetujuinya.
Tetapi mereka tetap memberi informasi ke media seolah-olah kontrak saya benar-benar telah diputuskan,
Padahal itu tidak benar sama sekali.
Hanya karena saya pernah bertemu dengan seorang figur publik di luar pekerjaan,
Lalu saya dikeluarkan secara sepihak dari tim,
Dan dituntut ganti rugi lebih dari 200 miliar won—
Saya ingin tahu, apakah begini sikap agensi yang seharusnya melindungi artisnya?
Agensi memaksakan pemutusan kontrak
tanpa melalui prosedur yang tertulis dalam kontrak resmi,
Lalu mengirim surat sepihak seolah-olah saya yang bersalah,
Bahkan mengancam akan menuntut kerugian.
Saya benar-benar merasa sangat tertekan dan takut.
Tapi saya berpikir, kalau saya tetap diam,
Maka akan makin banyak orang yang dihancurkan karena hal yang tidak mereka lakukan.
Saya sudah menahan diri cukup lama karena percaya kebenaran pasti akan terungkap.
Tapi sekarang, melihat bagaimana orang bisa dijatuhkan dengan fitnah,
Saya merasa tidak bisa lagi tinggal diam.
Saya dikeluarkan dari tim tanpa alasan yang adil,
Agensi mengaku memutus kontrak tanpa dasar,
Dan media menyebut nama saya dalam kasus perdagangan seks tanpa bukti apa pun—
Saya ingin semua pihak yang menyebarkan hal-hal menyakitkan ini bertanggung jawab.
Apapun yang terjadi, saya akan berjuang sampai akhir demi mencari kebenaran.
Saya berharap perjuangan ini bisa memberi secercah harapan bagi orang lain yang mungkin mengalami hal serupa. Saya mendukung kalian.
Skandal Asuka Kirara, Apa Hubungannya?
Isu pemicu kabar ini adalah pertemuan antara Ju Haknyeon dan Asuka Kirara di Jepang pada Mei 2025. ONE HUNDRED memasukkan peristiwa ini sebagai “masalah pribadi” dalam pernyataan resminya. Namun mereka tidak menjelaskan detailnya lebih lanjut. Media Jepang menggiring isu menjadi lebih ekstrem: pertemuan dikaitkan dengan prostitusi. Tapi Ju Haknyeon membantah kuat:
- Ia mengaku tidak pernah melakukan aktivitas ilegal.
- Ia memang pernah bertemu Asuka Kirara, tetapi tidak ada keterlibatan finansial atau hubungan seks.
- Tuduhan prostitusi disebutnya fitnah cuek yang sama sekali belum ditelusuri kebenarannya sebelum menyebar.
Masa Depan Ju Haknyeon dan THE BOYZ
Di pihak lain, ONE HUNDRED menyatakan akan melanjutkan aktivitas THE BOYZ tanpa Haknyeon dan berjanji untuk menjaga stabilitas grup. Penggemar terus memantau bagaimana grup ini akan menghadapi formasi baru dankarier berlanjut di tengah badai ini.
Bagi Ju Haknyeon, konfliknya ke depan melibatkan:
- Langkah hukum terhadap agensi terkait pemutusan kontrak dan tuduhan sepihak.
- Tuntutan atas media yang menyebar fitnah prostitusi tanpa dasar.
- Proses investigasi kepolisian terhadap tuduhan transaksi prostitusi.
Antara Fitnah dan Kepastian
Kasus Ju Haknyeon ini membuka berbagai pertanyaan tentang bagaimana industri K-pop menangani skandal dan isu moral. Di satu sisi, agensi memiliki kewajiban untuk cepat bereaksi ketika reputasi grup terancam. Di sisi lain, artis juga berhak mendapatkan keadilan, terutama bila tuduhan serius belum dibuktikan melalui jalur hukum.
Ju Haknyeon kini berdiri di tengah badai reputasi. Ia siap mempertaruhkan segalanya untuk membuktikan kebenaran, sambil berharap agar para penggemar dan publik melihat lebih mendalam—apa yang terjadi di balik layar, setelah berita pertama muncul.
Untuk penggemar dan pengamat, pertanyaannya sekarang adalah: apakah justice akan datang? Bagaimana masa depan Ju Haknyeon—apakah ia akan tampil kembali sebagai solo atau bahkan bergabung dengan agensi baru? Dan bagaimana nasib THE BOYZ tanpa sang vokalis, penari, dan rappers yang karismatik ini?
Drama besar K-pop kembali bergulir: klaim prostitusi, kontrak sepihak, media jadi tersangka—dan seorang idol bersuara lantang untuk membersihkan namanya. Apapun hasil penyelidikan dan jalur hukum, satu hal pasti: jujur atau fitnah, kebenaran harus diungkap. Ju Haknyeon mungkin akan tetap dikenang bukan hanya karena bakatnya, tetapi juga sikapnya melawan arus demi reputasi dan keadilan.