Uzbekistan Segera Buka Pusat Peradaban Islam di Tashkent, Apa Saja Koleksinya?
Uzbekistan akan meresmikan Pusat Peradaban Islam di Tashkent pada musim gugur ini.
Pusat Peradaban Islam (Center for Islamic Civilization/CIC) di Tashkent, Uzbekistan, dijadwalkan akan diresmikan pada musim gugur tahun ini, sekitar akhir tahun 2025. Fasilitas megah ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev.
CIC didirikan dengan tujuan utama untuk melestarikan, meneliti, serta menyebarkan warisan intelektual dan peradaban Islam kepada komunitas global. Pembangunan pusat ini diharapkan menjadi penanda penting dalam upaya Uzbekistan mengukuhkan posisinya.
Direktur Jenderal CIC, Firdavs Abdukhalikov, menjelaskan bahwa pusat ini akan berfungsi sebagai gabungan museum, pusat riset, dan simbol budaya modern. Kehadirannya diharapkan menjadi kebanggaan nasional sekaligus jembatan penting untuk dialog antarperadaban dunia.
Visi dan Misi Pusat Peradaban Islam
Pusat Peradaban Islam di Tashkent adalah manifestasi dari visi Presiden Shavkat Mirziyoyev untuk menghidupkan kembali dan mempromosikan warisan Islam yang kaya di Uzbekistan. Presiden Mirziyoyev menggambarkan CIC sebagai inisiatif budaya dan spiritual yang memajukan toleransi sosial.
Melalui pusat ini, pemerintah Uzbekistan berkomitmen menyebarkan semangat pencerahan Islam ke seluruh dunia. Abdukhalikov membandingkan CIC dengan institusi global ternama seperti Louvre, Smithsonian, atau Institut Dunia Arab.
Ia menyatakan bahwa CIC akan menjadi wujud kebanggaan nasional sekaligus jendela dialog global yang penting. Hal ini menunjukkan ambisi Uzbekistan untuk menempatkan pusat peradaban ini sebagai pemain kunci dalam pelestarian dan penyebaran pengetahuan Islam di kancah internasional.
CIC juga diharapkan menjadi simbol identitas nasional dan kontribusi Asia Tengah terhadap peradaban global. Pusat ini akan menunjukkan bahwa agama Islam adalah agama yang penuh kebaikan, humanis, dan pencerahan bagi seluruh umat.
Koleksi Berharga dan Fasilitas Modern
Menjelang pembukaan resminya, Pusat Peradaban Islam (CIC) telah mengumpulkan berbagai artefak berharga, sebagian besar merupakan hasil repatriasi budaya dari berbagai negara. Koleksi ini memperkaya narasi sejarah dan menunjukkan komitmen Uzbekistan dalam merawat warisan budaya Islam.
Salah satu kebanggaan utama yang akan dipamerkan adalah Mushaf Utsmani, salah satu manuskrip Al-Qur'an tertua di dunia, yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Mushaf ini akan menjadi pusat perhatian di bawah kubah utama setinggi 65 meter.
Koleksi ini juga mencakup fragmen Al-Qur'an Kufi abad ke-9, keramik era Timuriyah, serta naskah asli karya ilmuwan Muslim terkemuka seperti Ibnu Sina dan al-Biruni. Selain itu, CIC akan memamerkan perhiasan Dinasti Seljuk yang sempat hilang, kain Sogdiana, koin kuno Asia Tengah, dan artefak peninggalan Babur, pendiri Kekaisaran Mughal.
Sebuah suzani abad ke-18, tekstil bergaya medali yang langka dan berusia sekitar 250 tahun, juga akan dipamerkan sebagai salah satu contoh terbaik sulaman tradisional Uzbekistan. Empat galeri tematik akan memamerkan warisan Pra-Islam, Renaisans Pertama (abad ke-8 hingga ke-13), Renaisans Kedua (abad ke-15), dan Uzbekistan Baru Modern.
Fasilitas modern lainnya termasuk perpustakaan dengan lebih dari 200.000 buku cetak dan manuskrip, serta arsip digital yang berisi lebih dari satu juta sumber digital. Laboratorium restorasi akan memungkinkan riset baru, sementara museum anak pertama di kawasan ini akan menghidupkan sejarah melalui pengalaman interaktif.