Jawa Timur Jajaki Kerja Sama Sister Province dengan Samarkand, Perkuat Berbagai Sektor
Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah menjajaki kerja sama sister province dengan Samarkand, Uzbekistan, untuk memperkuat hubungan bilateral di sektor perdagangan, pendidikan, budaya, dan jaringan masyarakat.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji potensi kerja sama sister province dengan Kota Samarkand, Uzbekistan. Inisiatif ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral yang mencakup berbagai bidang penting. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan pertukaran di sektor perdagangan, pendidikan, budaya, serta memperkuat jaringan antarmasyarakat kedua wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Khofifah saat menerima kunjungan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN, Oybek Eshonov, di Surabaya. Duta Besar Eshonov secara langsung menyampaikan harapan agar penandatanganan kerja sama sister province antara Jawa Timur dan Samarkand dapat segera terwujud. Hal ini menunjukkan adanya keinginan kuat dari kedua belah pihak untuk menjalin kemitraan yang lebih erat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini sedang dalam proses penyelesaian administrasi dan perizinan. Tahapan ini dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku, melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Setelah semua persyaratan administratif terpenuhi, penandatanganan protokol kerja sama direncanakan akan dilakukan sebelum diajukan untuk persetujuan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur.
Memperkuat Hubungan Bilateral Antar Wilayah
Kerja sama sister province antara Jawa Timur dan Samarkand memiliki tujuan strategis untuk memperkuat hubungan bilateral dalam berbagai aspek. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya inisiatif ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, pelestarian budaya, serta pengembangan jaringan sosial. Duta Besar Uzbekistan, Oybek Eshonov, telah menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat segera diresmikan, menunjukkan komitmen kuat dari pihak Uzbekistan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini tengah fokus pada tahap penyelesaian proses administratif dan perizinan yang diperlukan. Proses ini melibatkan koordinasi erat dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memastikan semua aspek hukum dan regulasi terpenuhi. Langkah ini krusial untuk memastikan kelancaran implementasi kerja sama di masa mendatang.
Penandatanganan protokol kerja sama ini dijadwalkan bertepatan dengan kunjungan Gubernur Samarkand ke Jawa Timur yang direncanakan pada tanggal 4 hingga 7 April mendatang. Momen ini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah hubungan kedua wilayah, menandai dimulainya era baru kolaborasi yang lebih intensif. Persetujuan dari DPRD Jawa Timur juga akan menjadi bagian dari tahapan final sebelum kerja sama ini resmi berlaku.
Ikatan Sejarah dan Spiritual yang Kuat
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyoroti adanya ikatan sejarah dan spiritual yang erat antara Jawa Timur dan Samarkand, melampaui aspek ekonomi dan pemerintahan. Hubungan ini menjadi fondasi kuat untuk kerja sama yang lebih mendalam. Banyak pondok pesantren di Jawa Timur yang secara rutin melakukan kunjungan ke makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan, untuk mempelajari hadis-hadis beliau secara ekstensif.
Koneksi spiritual ini tidak hanya terbatas pada studi keagamaan. Salah satu Wali Songo, Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di Jawa Timur, diyakini berasal dari Asia Tengah, termasuk Samarkand. Hal ini menunjukkan adanya jejak sejarah yang mengikat kedua wilayah dalam konteks peradaban Islam.
Oleh karena itu, kerja sama ini juga bertujuan untuk memperkuat ikatan spiritual dan budaya antara Indonesia dan Uzbekistan, khususnya antara Jawa Timur dan Samarkand. Penguatan hubungan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah budaya kedua belah pihak dan menumbuhkan pemahaman yang lebih baik tentang warisan bersama.
Potensi Ekonomi dan Perdagangan yang Menjanjikan
Dari sisi perdagangan, data menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan antara Jawa Timur dan Uzbekistan. Periode Januari hingga Oktober 2023 mencatat nilai ekspor non-migas Jawa Timur ke Uzbekistan mencapai US$9,36 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan yang menggembirakan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tren pertumbuhan rata-rata yang kuat selama lima tahun terakhir.
Komoditas ekspor utama Jawa Timur ke Uzbekistan meliputi berbagai produk. Di antaranya adalah lemak dan minyak hewani atau nabati, produk makanan olahan, sabun dan sediaan pembersih, serta kertas dan karton. Keragaman komoditas ini menunjukkan adanya peluang pasar yang luas bagi produk-produk unggulan Jawa Timur di Uzbekistan.
Kerja sama sister province ini diharapkan dapat lebih mengoptimalkan potensi perdagangan yang ada. Melalui jalinan kemitraan yang lebih erat, diharapkan hambatan perdagangan dapat diminimalisir dan akses pasar dapat diperluas. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Jawa Timur dan Uzbekistan.
Sumber: AntaraNews