Jatim dan Samarkand Jajaki Kerja Sama Sister Province, Perkuat Hubungan Bilateral
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menjajaki **kerja sama sister province Jatim-Samarkand** untuk memperkuat perdagangan, pendidikan, dan budaya, membuka peluang baru bagi kedua wilayah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah menginisiasi penjajakan kerja sama sister province dengan Kota Samarkand, Uzbekistan. Langkah strategis ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral yang mencakup berbagai sektor penting. Inisiatif ini digagas langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam pertemuan dengan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN, Oybek Eshonov, di Surabaya pada Sabtu, 14 Februari.
Penjajakan kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas di bidang perdagangan, pendidikan, kebudayaan, serta memperluas jejaring masyarakat kedua wilayah. Gubernur Khofifah menyambut baik antusiasme Duta Besar Oybek Eshonov terkait potensi kolaborasi ini. Beliau menekankan pentingnya sinergi untuk membawa manfaat nyata bagi Jawa Timur dan Samarkand.
Proses administrasi dan perizinan terkait kerja sama sister province ini sedang ditempuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Koordinasi intensif dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk memastikan semua prosedur sesuai ketentuan yang berlaku. Tahapan ini merupakan langkah awal penting sebelum penandatanganan protokol kerja sama dapat direalisasikan.
Proses dan Rencana Penandatanganan Kerja Sama
Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini sedang mematangkan proses administrasi dan perizinan yang diperlukan untuk merealisasikan kerja sama sister province dengan Samarkand. Koordinasi aktif dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia guna memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Langkah ini menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam membangun kemitraan yang solid.
Setelah seluruh tahapan administratif selesai, penandatanganan protokol kerja sama direncanakan akan dilaksanakan. Protokol ini nantinya akan diajukan untuk memperoleh persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur. Rencananya, momen penting penandatanganan ini akan bertepatan dengan kunjungan Gubernur Samarkand ke Jawa Timur pada tanggal 4–7 April mendatang, menandai babak baru hubungan kedua wilayah.
Kedekatan Historis dan Spiritual yang Mengikat
Hubungan antara Jawa Timur dan Samarkand tidak hanya sebatas aspek ekonomi dan pemerintahan, melainkan juga memiliki kedekatan historis dan spiritual yang mendalam. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyoroti ikatan keagamaan yang erat antara kedua wilayah. Banyak santri dari pondok pesantren di Jawa Timur melakukan kunjungan religi ke makam Syekh Imam Bukhari di Samarkand, mengingat banyaknya kajian hadis Imam Bukhari di pesantren-pesantren tersebut. Bahkan, rombongan dari Pesantren Ploso Kediri yang dipimpin Kiai Nurul Huda juga sedang berada di Samarkand saat ini.
Selain itu, salah satu Wali Songo, Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang dikenal sebagai penyebar Islam di Jawa Timur, diyakini berasal dari wilayah Asia Tengah, termasuk Samarkand. Fakta ini memperkuat dimensi spiritual dan budaya dalam hubungan Indonesia-Uzbekistan, khususnya antara Jawa Timur dan Samarkand. “Pada dasarnya, kita juga membangun kekuatan spiritualitas dari perspektif budaya dalam hubungan Indonesia-Uzbekistan, khususnya Jawa Timur-Samarkand,” ujar Khofifah.
Tren Perdagangan Positif dan Komoditas Unggulan
Dari sisi perdagangan, hubungan antara Jawa Timur dan Uzbekistan menunjukkan tren yang sangat positif dan terus berkembang. Data menunjukkan bahwa pada periode Januari–Oktober 2025, nilai ekspor nonmigas Jawa Timur ke Uzbekistan mencapai angka 9,36 juta dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tren pertumbuhan rata-rata lima tahun terakhir yang cukup tinggi.
Komoditas utama ekspor Jawa Timur ke Uzbekistan meliputi lemak dan minyak nabati, produk makanan olahan, sabun dan preparat pembersih, serta kertas dan karton. Sementara itu, nilai impor Jawa Timur dari Uzbekistan tercatat sebesar 43,06 juta dolar AS. Komoditas utama impor adalah pupuk, yang sangat berkontribusi terhadap sektor pertanian di Jawa Timur, menunjukkan hubungan ekonomi yang saling melengkapi.
Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN, Oybek Eshonov, menyampaikan apresiasi tinggi atas sambutan hangat dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajarannya. Beliau juga menegaskan komitmen untuk mempererat hubungan antara kedua wilayah. “Mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kedua belah pihak dan semoga mempererat hubungan kami,” kata Oybek Eshonov, menegaskan harapan akan kemitraan yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews