DPKP Tulungagung Sigap Tangani Dua Insiden Kebakaran dalam Semalam, Kerugian Capai Puluhan Juta
DPKP Tulungagung sigap tangani dua insiden kebakaran dalam semalam, mengakibatkan kerugian materiil signifikan. Ini menyoroti pentingnya kewaspadaan masyarakat.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menunjukkan kesigapan luar biasa. Mereka berhasil menangani dua kejadian kebakaran hanya dalam kurun waktu satu malam pada Sabtu (6/6). Peristiwa ini menyoroti pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya api.
Dua insiden Kebakaran Tulungagung ini terjadi di lokasi berbeda, yaitu di Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, dan Desa Waung, Kecamatan Boyolangu. Kejadian pertama menimpa sebuah rumah tinggal, sementara yang kedua melanda gudang penyimpanan tembakau. Respons cepat dari DPKP Tulungagung patut diacungi jempol dalam upaya meminimalisir dampak.
Kasi Operasional dan Pemadaman DPKP Tulungagung, Bambang Pidekso, mengonfirmasi penanganan kedua kasus tersebut. Total kerugian materiil akibat dua Kebakaran Tulungagung ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam aktivitas sehari-hari.
Kronologi Kebakaran Rumah di Kedungwaru
Kebakaran pertama terjadi di rumah milik Jianah, seorang warga Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru. Insiden ini dilaporkan pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 19.00 WIB. Dugaan awal penyebab kebakaran adalah kelalaian penghuni rumah.
Menurut Bambang Pidekso, api diduga bermula saat penghuni rumah meninggalkan dapur dalam kondisi kompor masih menyala setelah digunakan untuk memasak. "Petugas segera menuju lokasi setelah menerima laporan dan berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar 38 menit," kata Bambang. Hal ini menjadi pengingat pentingnya memastikan peralatan masak telah mati sepenuhnya.
Akibat kebakaran ini, bagian dapur rumah, sejumlah peralatan rumah tangga, serta beberapa dokumen penting hangus terbakar. Kerugian materiil dari kejadian ini ditaksir mencapai Rp50 juta.
Penanganan Kebakaran Gudang Tembakau di Boyolangu
Selang beberapa jam kemudian, petugas DPKP Tulungagung kembali menerima laporan kebakaran. Kali ini, api melahap gudang penyimpanan tembakau milik Sunaryo di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 23.35 WIB. Peristiwa ini menambah daftar panjang penanganan kebakaran di Tulungagung.
Tim pemadam yang diterjunkan ke lokasi berhasil mengendalikan api sekitar pukul 00.20 WIB setelah melakukan pemadaman selama kurang lebih 33 menit. Kecepatan respons sangat krusial dalam kasus kebakaran gudang.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, kebakaran gudang ini diduga dipicu puntung rokok yang membakar gubuk kayu di sekitar gudang sebelum api merembet ke bangunan utama. Ini menunjukkan bahaya dari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.
Meskipun demikian, kerugian yang ditimbulkan relatif lebih kecil dibandingkan kebakaran sebelumnya. "Kerugian diperkirakan sekitar Rp5 juta. Api hanya membakar sebagian atap gudang dan tidak sampai merusak tembakau yang disimpan di dalamnya," ujar Bambang.
Imbauan Kewaspadaan dari DPKP Tulungagung
Menyikapi dua insiden Kebakaran Tulungagung ini, DPKP Tulungagung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. Mereka menekankan pentingnya lebih berhati-hati saat menggunakan kompor di dapur. Memastikan kompor mati sepenuhnya setelah digunakan adalah langkah pencegahan utama.
Selain itu, DPKP juga mengingatkan bahaya membuang puntung rokok sembarangan. Puntung rokok yang masih menyala dapat dengan mudah memicu kebakaran, terutama di area yang banyak material mudah terbakar. Kesadaran publik sangat dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa.
Imbauan ini menjadi semakin relevan mengingat saat ini adalah musim kemarau. Kondisi kering dapat mempercepat penyebaran api secara signifikan. Oleh karena itu, kewaspadaan ekstra dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga keamanan lingkungan.
Sumber: AntaraNews