Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) secara aktif memperkuat Kerja Sama Jatim Uzbekistan dalam sektor budaya dan wisata religi. Langkah ini bertujuan untuk mendorong konektivitas, memfasilitasi ziarah, serta meningkatkan pertukaran budaya antara kedua wilayah.
Penguatan kerja sama ini ditandai dengan kunjungan delegasi Uzbekistan ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Minggu (5/4). Delegasi tersebut meliputi Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Boboev, serta Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa pertemuan tersebut juga melibatkan unsur ulama dan akademisi dari kedua belah pihak. Kehadiran delegasi Uzbekistan yang lengkap, termasuk imam Masjid Imam Bukhari dan akademisi, serta alim ulama dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur, menunjukkan keseriusan dalam menjalin hubungan ini.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Khofifah menekankan adanya kedekatan historis dan spiritual yang kuat antara Jawa Timur dan Samarkand. Kedekatan ini terutama terjalin melalui keterkaitan dengan ulama besar dalam sejarah Islam, seperti Imam Bukhari yang makamnya berada di Uzbekistan.
Hubungan historis tersebut menjadi dasar yang kokoh untuk pengembangan wisata religi, termasuk potensi ziarah ke makam Imam Bukhari di Uzbekistan. Khofifah menyampaikan bahwa hal ini berpotensi menjadi daya tarik baru bagi masyarakat Jawa Timur yang memiliki minat pada wisata religi.
Selain itu, keterkaitan historis juga dapat ditelusuri melalui tokoh penyebar Islam di Nusantara seperti Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim. Kedua tokoh tersebut diketahui memiliki hubungan dengan wilayah Samarkand, memperkaya ikatan budaya dan spiritual antara Jatim dan Uzbekistan.
Advertisement
Advertisement
Sebagai implementasi konkret dari Kerja Sama Jatim Uzbekistan, Pemerintah Provinsi Jatim melibatkan pelaku industri pariwisata. Agen perjalanan turut serta dalam menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Samarkand, membuka jalur-jalur baru bagi wisatawan.
Selain itu, Pemprov Jatim juga mendorong penguatan konektivitas transportasi, termasuk peluang pembukaan penerbangan langsung dari Indonesia menuju Samarkand atau Tashkent. Inisiatif ini diharapkan dapat mempermudah akses dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
Penguatan konektivitas ini memiliki tujuan utama untuk mempererat hubungan antarmasyarakat, khususnya dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran budaya. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan jembatan yang lebih kuat antara kedua wilayah.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret agar kerja sama yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Jatim dalam mewujudkan hasil positif dari inisiatif ini.
Sementara itu, Gubernur Samarkand Adiz Boboev menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap hubungan antara Samarkand dan Jawa Timur terus berkembang. Ia menyatakan, “Kami ingin mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan bersama Jawa Timur.”
Adiz Boboev juga secara langsung mengundang masyarakat Jawa Timur untuk berkunjung dan berziarah ke Uzbekistan. Undangan ini menjadi penanda kesiapan Uzbekistan untuk menerima kunjungan dan mempererat tali persaudaraan dengan masyarakat Jatim.
Advertisement
Sumber: AntaraNews