Uniknya Restoran Ini Denda Pengunjung yang Tak Habiskan Makanannya
Kebijakan yang diterapkan di beberapa restoran ini merupakan langkah mengurangi limbah makanan.
Untuk menjaga lingkungan yang sehat, diperlukan upaya besar agar setiap individu menyadari kondisi sekitar, terutama terkait banyaknya kerusakan yang diakibatkan oleh manusia.
Kontribusi tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dunia kuliner perlu ambil bagian dalam menjaga alam. Di Jerman, beberapa restoran telah mulai menerapkan kebijakan bagi pelanggan yang tidak menghabiskan makanan.
Conde Nast Traveler melaporkan bahwa restoran yang berpartisipasi dalam upaya menjaga alam ini terdiri dari dua restoran Jepang dan satu restoran Tiongkok-Mongolia.
Pengenaan denda bukan dimaksudkan untuk menambah pendapatan restoran, melainkan untuk mengurangi pemborosan makanan, dengan tujuan agar pelanggan memesan sesuai dengan kemampuan mereka untuk menghabiskan, dilansir dari Mental Floss, Kamis (6/11).
Contohnya, restoran Jepang Yuoki di Stuttgart kini menerapkan kebijakan "habiskan atau bayar," di mana pelanggan akan dikenakan biaya tambahan sebesar USD 1,15 (sekitar Rp17 ribu) jika sushi yang diambil dari prasmanan masih tersisa di piring mereka.
Selain itu, pemilik restoran Guoyu Luan juga mengadopsi kebijakan serupa untuk mengingatkan pelanggan agar tidak membuang makanan dan lebih bijak dalam mengambil makanan dari prasmanan.
Upaya Restoran
Meskipun denda yang dikenakan tidak terlalu membebani, pemilik Guoyu Luan berharap langkah kecil ini dapat meningkatkan kesadaran pelanggan untuk tidak membuang makanan sembarangan.
Restoran Okinii di Düsseldorf telah menerapkan kebijakan ini sejak tahun 2013 tanpa banyak keluhan dari masyarakat.
Di sisi lain, restoran Tiongkok-Mongolia Himalaya di Rhine-Westphalia Utara mengenakan biaya lebih tinggi, sebesar USD 2,25 (sekitar Rp34 ribu), jika sisa makanan melebihi 100 gram.
Kebijakan yang diterapkan di beberapa restoran ini merupakan langkah mengurangi limbah makanan sekaligus mengajarkan tanggung jawab, mengingat sisa makanan dapat menghasilkan gas metana yang mempercepat pemanasan global.