Heboh, Restoran Ini Bikin Promo Diskon Sesuai Ukuran Payudara
Sayangnya, ini bukanlah pertama kalinya restoran di China meluncurkan diskon dengan kampanye yang penuh kontroversi.
Kebijakan sebuah restoran hot pot di Beijing, China, mengenai "diskon khusus" untuk pelanggan perempuan telah menimbulkan kontroversi.
Hal ini disebabkan karena besaran potongan harga yang ditawarkan akan disesuaikan dengan ukuran payudara konsumen.
Menurut informasi yang dilansir oleh World of Buzz, Sabtu, (6/9), restoran tersebut menampilkan poster promosi yang menggambarkan payudara animasi dalam berbagai ukuran cup.
Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan poster merah yang besar, lengkap dengan slogan-slogan seperti "semakin besar ukurannya, semakin besar diskonnya." Beberapa slogan lain juga menyatakan, "diskon khusus untuk payudara besar."
Promosi yang kontroversial ini dengan cepat menjadi viral, menarik perhatian publik sekaligus kritik yang tajam, di mana banyak yang menganggapnya sebagai tindakan yang vulgar.
Restoran tersebut mengklaim bahwa pelanggan perempuan bisa menikmati diskon mulai dari 10 persen untuk ukuran Cup A (10 cm) hingga gratis untuk ukuran Cup G yang terbesar (25 cm).
Kecaman terhadap promosi ini pun segera meluas Setelah adanya intervensi dari Biro Pengawasan Pasar setempat, poster tersebut akhirnya diturunkan.
Ini bukan kali pertama restoran di China menjadi perbincangan karena promosi yang kontroversial. Sebelumnya, pada tahun 2017, iklan serupa sudah lebih dulu menjadi sorotan publik.
Dilaporkan ke anggota dewan
Pada saat itu, menurut laporan dari BBC yang mengutip berita dari Qianjiang Evening Post, warga di Hangzhou melayangkan keluhan kepada dewan kota setelah menemukan poster promosi untuk restoran Trendy Shrimp yang berada di sebuah mal.
Iklan tersebut menampilkan gambar kartun wanita yang mengenakan pakaian dalam, disertai dengan slogan yang berbunyi, "Seluruh kota mencari PAYUDARA."
Dalam promosi ini, terdapat diskon khusus bagi perempuan yang didasarkan pada ukuran cup bra mereka, di mana tawaran lebih menguntungkan diberikan kepada wanita dengan payudara besar.
Seorang perwakilan yang mengajukan keluhan menyatakan bahwa poster-poster tersebut merupakan "iklan vulgar" dan dianggap "diskriminatif terhadap perempuan."
Meskipun poster-poster itu telah dihapus setelah pertama kali muncul pada 1 Agustus 2017, manajer umum Trendy Shrimp, Lan Shenggang, tetap membela metode pemasaran yang mereka gunakan.
Ia berpendapat bahwa strategi tersebut dirancang untuk menarik perhatian dan meningkatkan penjualan, meskipun banyak yang merasa terganggu dengan cara penyampaian pesan tersebut.
Pelanggan naik
Setelah promosi diluncurkan, jumlah pelanggan mengalami peningkatan sekitar 20 persen, seperti yang diungkapkan oleh Lan.
Ia juga menambahkan, "Beberapa perempuan yang kami temui sangat bangga. Mereka tidak menyembunyikan apapun."
Ia meyakinkan pembaca bahwa pelanggan dapat dengan mudah mengklaim diskon dari pelayan, sehingga mereka tidak perlu berurusan langsung dengan staf pria untuk "menghindari rasa malu."
Iklan yang serupa pernah menjadi sorotan publik sepuluh tahun lalu. Restoran lain di Tiongkok juga pernah menawarkan diskon berdasarkan penampilan.
Pada Januari 2015, sebuah restoran di Henan memberikan penghargaan kepada pengunjung yang dianggap "tampan," hanya sebulan setelah restoran di Chongqing memberikan diskon makanan untuk pria berbadan gemuk dan wanita kurus.
Selain itu, tidak hanya promosi yang mengundang kritik, pengalaman bersantap di Restoran Wanhui yang terletak di Kota Taiyuan, Tiongkok, juga menimbulkan kontroversi.
Pengunjung di restoran tersebut ditawarkan bonus berupa kesempatan untuk memeluk anak singa, llama, dan hewan lainnya, yang dilaporkan oleh The Independent pada tanggal 17 Juli 2025.
Praktik semacam ini sering kali menimbulkan pertanyaan etis tentang perlakuan terhadap hewan dan dampaknya terhadap pengalaman bersantap yang seharusnya menyenangkan.
Harga
Dengan harga tiket sebesar 1.078 yuan, yang setara dengan sekitar Rp 2 juta, pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan sambil berinteraksi langsung dengan hewan-hewan eksotis.
Shanghai Daily, sebuah media yang dikelola oleh pemerintah, melaporkan adanya kekhawatiran serius terkait kesejahteraan hewan-hewan tersebut.
Praktik ini dianggap memiliki risiko tinggi, baik dari segi legalitas maupun etika perlakuan terhadap hewan.
Banyak komentar di media sosial yang menunjukkan kritik tajam, di mana banyak pengguna berpendapat bahwa bisnis ini lebih mementingkan keuntungan dibandingkan kesejahteraan hewan.
"Ini untuk orang kaya," ungkap seorang pengguna Weibo, menunjukkan bahwa pengalaman ini tidak terjangkau oleh kalangan masyarakat umum.
Selain itu, banyak pengguna media sosial yang mendesak agar pihak berwenang segera mengambil tindakan.
"Departemen terkait harus menanganinya," tulis seorang pengguna, menekankan pentingnya regulasi yang lebih ketat terhadap praktik-praktik seperti ini.