Heboh Mobil Tabrak Kerumunan di Jerman, 2 Orang Dilaporkan Tewas
Kecelakaan mobil yang menabrak kerumunan di Jerman bukanlah kejadian yang pertama kali terjadi.
Sebuah insiden tragis terjadi di pusat Leipzig, Jerman timur, di mana dua orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka setelah seorang pengemudi mobil menabrak kerumunan.
Wali kota setempat, Burkhard Jung, mengonfirmasi bahwa "Polisi telah menangkap pelaku," pada hari Senin (4/5), seperti yang dilaporkan oleh The Guardian.
Ia menambahkan bahwa pihak berwenang telah mengamankan lokasi kejadian yang berada di zona pejalan kaki, meskipun "kami masih belum benar-benar mengetahui motifnya. Kami belum mengetahui apa pun tentang pelaku." Tersangka yang ditangkap adalah seorang pria berusia 33 tahun yang merupakan warga Jerman dan tinggal di wilayah Leipzig.
Petugas layanan darurat melaporkan bahwa sekitar dua puluh orang mengalami luka-luka akibat insiden yang terjadi sekitar pukul 16.45 waktu setempat. Saat kejadian, kawasan tersebut ramai oleh para pembeli dan pengunjung kafe di sore hari yang hangat.
Kepala pemadam kebakaran, Axel Schuh, menyatakan dua orang mengalami luka serius. "Mereka segera ditangani oleh petugas pertama di lokasi, kemudian dibawa oleh layanan ambulans dan dirujuk ke unit gawat darurat."
Selain itu, sekitar 40 petugas pemadam kebakaran dan 40 paramedis, serta dua helikopter dikerahkan untuk menangani situasi tersebut.
Menurut saksi mata, mobil yang digunakan pelaku, sebuah Volkswagen Taigo berwarna abu-abu, melaju kencang dari Augustus Square menuju kawasan perbelanjaan Grimmaische Street, menempuh jarak sekitar 500 meter sebelum berhenti di Naschmarkt Square.
"Ada suara mesin yang keras dan dentuman," ungkap Jorg, salah satu saksi yang melaporkan bahwa para pengunjung bergegas untuk membantu seorang perempuan yang tertabrak.
Jana, seorang perawat yang berada di lokasi, menambahkan, "Ada rasa solidaritas yang luar biasa." Toko-toko di sekitar lokasi pun diperintahkan untuk tutup, dan polisi memasang garis pembatas untuk menghalau kerumunan.
Insiden ini terjadi di tengah doa perdamaian tradisional di gereja St Nicholas, yang dikenal sebagai pusat aktivisme anti-rezim pada masa Jerman Timur. Pendeta Sebastian Feydt menyatakan bahwa banyak orang yang berada di sekitar lokasi datang untuk mencari perlindungan atau memproses pengalaman mereka.
Ia menegaskan bahwa gereja akan tetap terbuka bagi pengunjung hingga waktu yang belum ditentukan. Insiden penabrakan mobil di Jerman bukanlah hal baru, dengan serangkaian kejadian serupa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk serangan di Mannheim dan Magdeburg yang menewaskan beberapa orang.