Insiden Tabrak Lari Maut di Tambora Jakbar Tewaskan Dua Orang, Polisi Buru Pelaku

Dua nyawa melayang dan tiga lainnya luka-luka dalam insiden tabrak lari maut di Tambora, Jakarta Barat. Polisi kini tengah memburu pengemudi minibus yang kabur usai kejadian dan menyelidiki penyebabnya. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Insiden Tabrak Lari Maut di Tambora Jakbar Tewaskan Dua Orang, Polisi Buru Pelaku
Dua nyawa melayang dan tiga lainnya luka-luka dalam insiden tabrak lari maut di Tambora, Jakarta Barat. Polisi kini tengah memburu pengemudi minibus yang kabur usai kejadian dan menyelidiki penyebabnya. Simak selengkapnya! (AntaraNews)

Duka menyelimuti Jalan Tanah Sereal IV, Tambora, Jakarta Barat, setelah insiden tabrak lari maut terjadi pada Jumat dini hari. Kecelakaan tragis ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan tiga korban lainnya mengalami luka-luka serius. Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Metro Jakarta Barat kini tengah gencar memburu pengemudi minibus yang melarikan diri usai kejadian.

Peristiwa nahas ini bermula ketika sebuah mobil minibus menabrak sepeda motor yang tengah melaju searah di lokasi kejadian. Bukannya berhenti, pengemudi minibus justru menambah kecepatan untuk melarikan diri. Namun, dalam upaya kabur tersebut, minibus kembali menabrak kendaraan lain dan seorang pejalan kaki. Insiden beruntun ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

Hingga saat ini, identitas pengemudi dan nomor polisi kendaraan minibus tersebut masih belum diketahui secara pasti oleh pihak berwenang. Penyelidikan intensif terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan menangkap pelaku tabrak lari. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti untuk membantu proses investigasi.

Kecelakaan maut di Tambora ini terjadi sekitar pukul 02.20 WIB, Jumat dini hari, di Jalan Tanah Sereal IV, dekat minimarket. Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, menjelaskan kronologi insiden tabrak lari ini kepada awak media. Sebuah mobil minibus yang identitasnya belum diketahui melaju dari arah selatan menuju utara di jalan tersebut.

Setibanya di dekat minimarket, minibus tersebut menabrak sepeda motor yang dikendarai oleh Rai (17). Saat itu, Rai sedang berboncengan tiga dengan dua rekannya, Valentino (19) dan Alfinza (16).

Alih-alih bertanggung jawab, pengemudi minibus justru tidak berhenti dan malah tancap gas untuk melarikan diri. Namun, dalam upaya kabur tersebut, minibus kembali menabrak kendaraan lain. Minibus menabrak sepeda motor Honda PCX yang dikendarai oleh Satrio, dan selanjutnya menabrak pejalan kaki bernama Devran yang berjalan searah di depannya.

Dampak dari insiden tabrak lari beruntun ini sangat fatal, menyebabkan dua korban meninggal dunia. Valentino, penumpang yang dibonceng di motor pertama, sempat dilarikan ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong dan ia meninggal dunia dalam perawatan.

Korban meninggal dunia lainnya adalah Satrio, pengendara motor Honda PCX yang ditabrak oleh minibus yang melarikan diri. Satrio mengalami luka parah pada bagian kepala, kaki, dan tangan memar, sehingga ia meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP). Jenazah Satrio kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk proses lebih lanjut.

Selain dua korban meninggal, tiga korban lainnya juga mengalami luka-luka serius akibat kecelakaan ini. Rai, Alfinza, dan Devran saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tarakan. Mereka mengalami luka memar pada bagian kepala, tangan, dan kaki, dan sedang dalam pemulihan.

Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Metro Jakarta Barat terus melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tabrak lari ini. Fokus utama saat ini adalah memburu pengemudi mobil minibus yang melarikan diri setelah menyebabkan kecelakaan maut tersebut. Identitas pengemudi dan nomor polisi kendaraan pelaku masih belum teridentifikasi.

Sebagai bagian dari proses investigasi, polisi telah mengamankan beberapa barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti tersebut meliputi satu unit sepeda motor Suzuki Smash bernomor polisi B-6388-CKC dan satu unit motor Honda PCX tanpa pelat nomor. Kedua kendaraan ini mengalami kerusakan parah akibat benturan.

AKP Joko Siswanto menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan ini masih dalam proses penyelidikan. Petugas terus mengumpulkan informasi dan bukti-bukti tambahan untuk mengungkap seluruh fakta di balik insiden tabrak lari yang merenggut dua nyawa ini. Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan pelaku.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi