Dubes Jerman Ungkap Perubahan Sikap AS, Eropa Diminta Perkuat Sistem Keamanan Sendiri
Menurutnya, keterlibatan dalam peperangan di Timur Tengah jadi salah satu contoh langkah AS yang bertindak sendiri daripada memimpin negara sekutunya.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia dan ASEAN, Ralf Beste, menyatakan bahwa negara-negara Eropa saat ini tidak lagi dapat mengandalkan bantuan tanpa syarat dari Amerika Serikat (AS) seperti yang terjadi pada masa-masa sebelumnya. Pernyataan tersebut mencerminkan adanya perubahan dinamika dalam hubungan transatlantik di tengah perkembangan geopolitik global.
Menurutnya, keterlibatan dalam peperangan di Timur Tengah jadi salah satu contoh langkah AS yang bertindak sendiri daripada memimpin negara sekutunya. Kemudian ketika AS mulai bertindak sendiri, maka negara-negara sekutu harus segera menutup celah tersebut.
Ia menekankan, Jerman dan Uni Eropa harus ikut mengambil langkah mandiri dan berinvestasi lebih banyak pada sektor keamanan dan basis kemakmuran, tanpa melulu mengandalkan negeri Paman Sam.
Hal ini disampaikan Ralf dalam diskusi bertema 'Tanggapan Perkembangan Kebijakan Luar Negeri AS' di The St. Regis, Jakarta Selatan, Selasa (14/4).
"Kami harus melangkah maju, kami harus berinvestasi lebih banyak dalam keamanan dan dalam basis kemakmuran kami sendiri, karena kami tidak dapat mengandalkan bantuan Amerika yang tanpa syarat dan bersahabat sebanyak sebelumnya," kata Ralf.
Sistem
Ia pun turut menyoroti sistem dalam dunia yang berubah, Uni Eropa berfungsi sebagai wadah bagi negara-negara dengan berbagai skala kekuatan, mulai dari yang kecil hingga kelas berat untuk bergerak bersama.
Ia kemudian membandingkan posisi Jerman dengan negara kekuatan menengah seperti Indonesia dan India.
Meskipun Jerman sangat terintegrasi dalam Uni Eropa, Berlin menurutnya juga harus mulai mencari jaringan yang lebih tangguh untuk menghadapi masa-masa sulit jika hubungan dengan AS terus merenggang.
"Sebagai kekuatan menengah, kami harus mencari jaringan yang lebih tangguh yang akan membawa kami melalui masa badai jika hal itu pecah dengan Amerika," katanya.