Ramai-Ramai Pemimpin Eropa Beri Peringatan Keras ke Israel, Hindari Serangan Darat ke Lebanon

Mereka mengatakan mereka "sangat prihatin" dengan serangan dari semua pihak, dan menuntut kembalinya ke meja perundingan.

Henni Rachma Sari
Oleh Henni Rachma Sari - Reporter
Ramai-Ramai Pemimpin Eropa Beri Peringatan Keras ke Israel, Hindari Serangan Darat ke Lebanon
Ramai-Ramai Pemimpin Eropa Beri Peringatan Keras ke Israel, Hindari Serangan Darat ke Lebanon (Merdeka.com)

Rencana Israel melancarkan serangan darat ke tanah Lebanon mendapat tentangan keras. Yakni, dari sejumlah pemimpin negara Eropa. Sebut saja, Kanada, Prancis, Jerman, Italia dan Inggris.

Mereka mengatakan mereka "sangat prihatin" dengan serangan dari semua pihak, dan menuntut kembalinya ke meja perundingan.

"Serangan darat Israel yang signifikan akan memiliki konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan dan dapat menyebabkan konflik yang berkepanjangan. Hal itu harus dihindari," para pemimpin memperingatkan dalam pernyataan bersama dikutip middleeastmonitor.com, Selasa (17/3).

"Situasi kemanusiaan di Lebanon, termasuk pengungsian massal yang sedang berlangsung, sudah sangat mengkhawatirkan."

Data hingga Senin (16/3) sebanyak satu juta warga Lebanon mengungsi dan setidaknya 886 orang tewas dan 2.141 lainnya terluka.

Hizbullah mulai menembakkan rudal ke Israel tak lama setelah Israel memulai perang bersama dengan AS melawan Iran pada 28 Februari.

Gencatan senjata November 2024 antara Hizbullah dan Israel, yang dimediasi oleh pemerintahan Trump, telah dilanggar oleh Israel ratusan kali.

Namun Israel mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan gudang senjata dan operator senior di dalam Hizbullah yang menimbulkan ancaman langsung.

Pernyataan bersama pada hari Senin mengutuk "serangan yang ditujukan kepada warga sipil", menyebutnya "tidak dapat diterima".

"Kami mengutuk serangan yang ditujukan kepada warga sipil, infrastruktur sipil, petugas kesehatan dan infrastruktur, serta Pasukan Sementara PBB di Lebanon. Tindakan ini tidak dapat diterima, dan kami menyerukan kepada semua pihak untuk bertindak sesuai dengan hukum humaniter internasional," bunyi pernyataan tersebut.

"Serangan Hizbullah terhadap Israel dan penargetan warga sipil harus dihentikan, dan mereka harus melucuti senjata. Kami mengutuk keputusan Hizbullah untuk bergabung dengan Iran dalam permusuhan, yang semakin membahayakan perdamaian dan keamanan regional."

Para pemimpin menyerukan kepada pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata kelompok tersebut dan melarang aktivitas militernya.

Namun, Hizbullah bersikeras bahwa mereka tidak dapat melucuti senjata selama Israel masih menimbulkan ancaman di sepanjang perbatasan selatannya.

Selain itu, selama beberapa dekade, mereka telah membuktikan diri sebagai kekuatan tempur yang jauh lebih mapan daripada tentara, dengan dukungan jangka panjang dari Iran.

Rekomendasi