Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dubes Jerman: Indonesia jangan takut perdagangan bebas

Dubes Jerman: Indonesia jangan takut perdagangan bebas Dubes Jerman temui Jokowi. ©2014 Merdeka.com/Fikri Faqih

Merdeka.com - Saat di Brussel, April lalu, Presiden Joko Widodo dan pemimpin Uni Eropa bersepakat untuk memulai kembali perundingan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan 28 negara anggota organisasi supranasional tersebut. Ini dinilai sebagai langkah terobosan setelah perundingan terkait liberalisasi perdagangan itu menggantung dalam tujuh tahun terakhir.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia Georg Witschel memastikan bahwa perdagangan bebas bakal menguntungkan negara yang terikat. Terutama Indonesia.

"Perdagangan bebas berarti akses pasar lebih luas dan mudah untuk Indonesia," katanya saat ditemui di pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Kabupaten Bogor, kemarin.

Sebagai modal menjalani perdagangan bebas, menurut Georg, Indonesia memiliki surplus perdagangan dengan Uni Eropa dan Jerman. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada 2015, Indonesia mencatat surplus perdagangan dengan Uni Eropa USD 3,5 miliar turun 16,7 persen ketimbang tahun sebelumnya USD 4,2 miliar.

"Jadi, jangan takut. Perjanjian perdagangan bebas bagus untuk Indonesia. Bisa membuka investasi asing langsung (FDI)," katanya.

"Itu artinya banyak perusahaan Jerman akan menambah investasi di Indonesia."

Deputi Menteri Koordinasi Perekonomian bidang Perniagaan dan Industri Edy Putra Irawady mengatakan, perundingan perdagangan bebas Indonesia-Uni Eropa ditargetkan tuntas dalam tiga tahun ke depan.

"Masih dibahas Indonesia maunya apa Uni Eropa maunya apa," katanya dalam kesempatan sama.

"Salah satu kemauan Indonesia produk kayu bisa masuk. Sementara, Uni Eropa minta pembebasan bea masuk banyak produk, tapi itu nanti dulu." (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP