UNICEF: Israel Bunuh dan Lukai Lebih dari 50.000 Anak-Anak Palestina Selama Perang Genosida di Gaza
Perang genosida Israel di Jalur Gaza, Palestina, berlangsung sejak 7 Oktober 2023.
UNICEF melaporkan, lebih dari 50.000 anak-anak di Gaza terbunuh atau terluka akibat perang genosida Israel di wilayah Palestina tersebut sejak Oktober 2023.
Dalam laporan terbarunya, lembaga PBB ini mengutuk "harga yang tidak masuk akal" dari perang Israel terhadap anak-anak Gaza. UNICEF melaporkan 1.309 anak tewas dan 3.738 terluka sejak 18 Maret, ketika Israel membatalkan senjatan senjata, seperti dikutip dari Quds News Network, Selasa (3/6).
Pada Jumat, serangan udara menewaskan sebagian besar keluarga al-Najjar di Khan Younis. Video menunjukkan anak-anak yang terbakar dan terpotong-potong ditarik dari reruntuhan. Dari sepuluh saudara kandung yang berusia di bawah 12 tahun, hanya satu yang selamat. namun terluka parah.
Dalam pembantaian lainnya, sebuah sekolah di Kota Gaza terbakar setelah pengeboman Israel. Setidaknya 31 orang tewas, termasuk 18 anak-anak.
"Anak-anak ini – kehidupan yang tidak boleh direduksi menjadi angka – sekarang menjadi bagian dari daftar panjang kengerian yang tak terbayangkan,” kata UNICEF dalam pernyataannya.
Lembaga ini mencatat serangkaian pelanggaran berat: pembunuhan massal anak-anak, kelaparan, pengungsian, dan penghancuran infrastruktur dasar Gaza — sekolah, rumah sakit, jaringan air, dan rumah.
“Berapa banyak lagi anak perempuan dan laki-laki yang terbunuh?” tanya UNICEF.
“Tingkat kengerian seperti apa yang harus disiarkan langsung sebelum masyarakat internasional bertindak?”
UNICEF kembali menyerukan gencatan senjata segera. Mereka menuntut perlindungan warga sipil, diakhirinya blokade, dan akses kemanusiaan penuh.
“Anak-anak Gaza membutuhkan perlindungan,” tegas pernyataan tersebut.
“Mereka membutuhkan makanan, air, dan obat-obatan. Mereka membutuhkan gencatan senjata. Namun, yang terpenting, mereka membutuhkan tindakan kolektif segera untuk menghentikan ini sekali dan untuk selamanya.”