Uni Eropa Desak Israel Stop Blokade Gaza: Bantuan Kemanusiaan Jangan Dipolitisasi
Penjajah Israel memblokade masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dalam dua bulan terakhir, menyebabkan warga Palestina di wilayah tersebut kelaparan.
Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memprihatinkan. Uni Eropa (UE) mendesak Israel untuk segera melanjutkan pengiriman bantuan kemanusiaan yang telah dihentikan sejak awal Maret 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, kepada Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, melalui sambungan telepon. Permintaan tersebut muncul di tengah laporan mengerikan tentang meningkatnya angka kematian akibat kelaparan dan dampak perang genosida Israel yang telah menewaskan lebih dari 52.600 warga Palestina sejak Oktober 2023.
“Bantuan kemanusiaan harus segera dilanjutkan dan tidak boleh dipolitisasi. Mekanisme pengiriman bantuan yang baru harus dijalankan oleh para pelaku kemanusiaan,” tulis Kallas di X, dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (7/5).
Menurut data Bank Dunia, hampir 2,4 juta orang di Gaza hidup sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Penjajah Israel menutup penyeberangan Gaza untuk bantuan pangan, medis, dan kemanusiaan sejak Maret, memperparah krisis kemanusiaan yang sudah ada di daerah kantong itu, menurut laporan pemerintah, hak asasi manusia, dan internasional.
Berhentinya aliran bantuan menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan tempat tinggal yang aman, memicu krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Laporan menunjukkan setidaknya 57 warga Palestina meninggal dunia karena kelaparan sejak Oktober 2023.
Situasi ini disebut Kallas sebagai "tidak dapat ditoleransi". Ia menegaskan perlunya akses bantuan kemanusiaan yang segera dan tanpa hambatan untuk mencegah lebih banyak korban jiwa.