Tak Ada Ampun, Iran Eksekusi Warganya karena Diduga Mata-Mata Mossad Israel
Berbagai metode spionase telah dilakukan oleh pihak-pihak tertentu terhadap pemerintah Iran.
Pengadilan Iran pada Rabu, 17 September 2025, melaksanakan eksekusi terhadap seorang pria bernama Babak Shahbazi. Ia dijatuhi hukuman mati setelah terbukti bersalah melakukan spionase untuk badan intelijen Israel, Mossad.
Laporan dari Fars News menyebutkan bahwa Shahbazi berprofesi sebagai kontraktor di bidang pendinginan industri untuk beberapa perusahaan yang terlibat dalam sektor keamanan, militer, dan komunikasi. Diketahui, ia memiliki hubungan dengan Esmail Fekri, yang juga dieksekusi pada 17 Juni 2025 dengan tuduhan serupa, termasuk dakwaan 'permusuhan terhadap Tuhan' dan 'korupsi di bumi.'
Shahbazi dituduh telah memberikan informasi intelijen yang sangat rinci kepada Mossad, termasuk lokasi proyek-proyek strategis di Iran, aktivitas yang berlangsung di setiap lokasi tersebut, serta data sensitif lainnya, sebagaimana dikutip dari Shafaq pada Kamis, 18 September.
Pemerintah Iran Janji Tindak Tegas Mata-Mata
Gholamhossein Mohseni Ejei, Kepala Kehakiman Iran, menegaskan dalam pernyataannya bahwa pengadilan akan mengambil tindakan tegas terhadap kasus-kasus spionase. Ia menambahkan bahwa hukuman yang dijatuhkan dilakukan.
"Demi keadilan dan sesuai dengan standar hukum yang berlaku," kata Mohseni sebagaimana dilansir dari Liputan6.com, Kamis (18/9).
Eksekusi Shahbazi terjadi di tengah situasi ketegangan yang meningkat setelah perang selama 12 hari antara Iran dan Israel pada bulan Juni lalu. Selama periode tersebut, pihak berwenang Iran menangkap sekitar 21.000 orang dengan berbagai tuduhan, termasuk lebih dari 260 kasus dugaan spionase dan 172 penangkapan terkait aktivitas perekaman tanpa izin.
Selain itu, pasukan keamanan juga melaporkan penangkapan delapan individu yang dituduh memberikan koordinat lokasi sensitif dan informasi tentang perwira militer senior kepada Mossad. Di samping itu, 2.774 migran asal Afghanistan ditangkap sebagai imigran ilegal, dengan beberapa di antaranya menghadapi dakwaan spionase.
Penyidik mengungkapkan bahwa mereka menemukan 30 "kasus keamanan khusus" melalui pemeriksaan ponsel.Iran sebelumnya telah melaksanakan beberapa eksekusi dengan tuduhan spionase terkait Israel.
Data resmi menunjukkan bahwa dalam enam bulan pertama tahun 2025 saja, sudah ada delapan eksekusi yang diumumkan ke publik dengan tuduhan yang berkaitan dengan Mossad.