Sosok WNI Masuk Epstein Files, Kirim Email Subjek Salam dari Bali
Epstein Files menghebohkan. Sederet nama pesohor, tokoh publik hingga bangsawan tercatat ada di dalamnya. Namun, ada satu sosok WNI yang tercatat.
Epstein Files bikin geger. Jutaan dokumen yang dirilis Kementerian Kehakiman AS berisi deretan nama tokoh publik, pesohor hingga bangsawan yang pernah bersinggungan dengan miliader Jeffrey Epstein. Diketahui, Epstein juga merupakan pelaku pelecehan seksual anak di bawah umur yang meninggal tahun 2019 di dalam penjara.
Rupanya, tidak hanya pesohor, terdapat Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut masuk Epstein Files. Dia adalah Kafrawi Yuliantono. Tercatat, Kafrawi mengirimkan email lamaran pekerjaan untuk posisi di salah satu properti milik Epstein, beberapa tahun silam.
Apply Lamaran Kerja di Perusahaan Epstein
Dalam rangkaian dokumen yang beredar, terungkap bahwa Kafrawi Yuliantono secara proaktif menunjukkan minatnya untuk bergabung dalam tim kerja Jeffrey Epstein. Alih-alih terkait dengan skandal kriminal yang menjerat Epstein, dokumen ini lebih menonjolkan sisi profesionalisme Kafrawi yang ingin meniti karier di lingkungan kerja sang miliarder.
Kafrawi diketahui mengirimkan lamaran melalui email secara resmi. Tidak hanya sekali, ia bahkan mengirimkan email pengingat untuk menegaskan bahwa dirinya sangat tertarik dan serius dengan peluang kerja tersebut.
Kafrawi Incar Posisi Properti Epstein di New York dan Florida
Dalam dokumen tersebut, terungkap pula motivasi spesifik Kafrawi Yuliantono dalam melamar pekerjaan. Ia secara spesifik menyatakan ketertarikannya untuk mengelola atau bekerja di bagian properti milik Jeffrey Epstein yang berlokasi di New York atau Florida.
Hal yang cukup menarik perhatian adalah profil profesional Kafrawi saat itu. Ketika mengajukan lamaran, Ia tercatat masih aktif menjabat sebagai Manajer Operasional Perjamuan (Banquet Operation Manager) di salah satu hotel mewah di Bali.
Undangan Wawancara dari Asisten Epstein
Kegigihan Kafrawi membuahkan hasil. Beberapa waktu kemudian, seorang asisten Jeffrey Epstein membalas email tersebut untuk mengatur jadwal wawancara melalui Skype. Berikut adalah petikan pesan dari asisten tersebut:
"Halo Kafrawi, Jeffrey Epstein ingin mengatur waktu untuk melakukan Skype dengan Anda minggu ini. Saya yakin waktu Anda 11 jam lebih cepat dari New York? Apakah Anda bersedia melakukan panggilan Skype pada jam 8 pagi waktu Pantai Timur (East Coast) pada hari Selasa, 2 April? (Jadi jam 7 malam waktu Anda? Apakah itu benar?)," ujar asisten Epstein.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa pihak Epstein menaruh minat pada profil Kafrawi dan mencoba menyesuaikan perbedaan zona waktu yang cukup jauh antara New York dan Indonesia.
Kafrawi Sempat Minta Jadwal Ulang Wawancara dengan Anak Buah Epstein
Meski mendapatkan kesempatan emas, Kafrawi menghadapi kendala jadwal yang tak terduga. Pada waktu yang diusulkan oleh pihak Epstein, ia tengah mengemban tanggung jawab besar di pekerjaannya saat itu.
Dalam balasannya, Kafrawi menjelaskan bahwa jam 7 malam waktu Indonesia adalah momen tersibuknya karena ia harus menangani jamuan makan malam pernikahan di sebuah Ballroom yang dihadiri oleh 1.200 tamu.
Menunjukkan dedikasi yang tinggi, Kafrawi mengusulkan jadwal pengganti dan bahkan mengambil cuti khusus demi wawancara ini. Ia menawarkan waktu antara tanggal 3 dan 4 April 2013, di kisaran jam 7 malam hingga 12 malam waktu Indonesia (atau jam 7 pagi hingga 12 siang di New York).
Kafrawi Siap Bertemu Pihak Epstein
Kafrawi tidak main-main dengan permohonannya. Ia menegaskan masih memiliki sisa cuti tahunan selama dua pekan yang siap ia gunakan jika Jeffrey Epstein memintanya untuk bertemu langsung di lokasi mana pun di dunia.
"Saya akan sangat menghargai jika Anda bisa mengatur wawancara Skype besok dengan saya," tulisnya menutup pesan tersebut, menunjukkan betapa besarnya ambisi sang WNI untuk menembus pasar kerja internasional di bawah naungan nama besar Epstein sebelum skandal hukum sang miliarder meledak secara global.
Sosok Kafrawi
Sosok Kafrawi terungkap di media sosial X. Bahkan, visa miliknya diunggah akun X @hi_banget.
Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar