Trump Meradang Ancam Gugat Penyelenggara Grammy Awards 2026 Buntut Disentil Lewat Lelucon Epstein Files dan Greenland

Trump meradang ada lelucon yang disampaikan pembawa acara Grammy Awards gara-gara menyinggun Epstein Files. Bagaimana leluconnya?

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Trump Meradang Ancam Gugat Penyelenggara Grammy Awards 2026 Buntut Disentil Lewat Lelucon Epstein Files dan Greenland
Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/20 (© 2026 Liputan6.com)

Presiden AS Donald Trump meradang. Kesal dan mengancam akan menggugat penyelenggara Grammy Awards.

Hal itu buntut pembawa acara Grammy, Trevor Noah membuat lelucon yang menyentil Trump dan Jeffrey Epstein, seorang profesional keuangan dan pelaku kejahatan seksual, saat acara penghargaan musik tersebut berlangsung pada malam Minggu (1/2).

Lelucon itu disampaikan Noah saat ia mengumumkan pemenang kategori "Song of the Year". Noah menyebut penghargaan tersebut sebagai Grammy yang diinginkan setiap artis, hampir sebesar keinginan Trump untuk Greenland. Menurut Noah, hal tersebut wajar mengingat Pulau Epstein sudah tidak ada, sehingga Trump memerlukan pulau baru untuk berkumpul dengan Bill Clinton.

Nama Trump dan Clinton muncul dalam dokumen yang dikenal sebagai Epstein files, yang memuat rincian pesta-pesta di pulau pribadi Epstein di Karibia, tempat terjadinya pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Meskipun Trump dan Clinton pernah menjalin pertemanan dengan Epstein, keduanya secara konsisten membantah adanya keterlibatan atau pengetahuan mengenai kejahatan seksual yang dilakukan oleh Epstein.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut Noah sebagai "MC yang menyedihkan, menyebalkan, dan tidak berbakat." Trump mengatakan ia akan bersenang-senang dan menginstruksikan pengacaranya untuk "menuntutnya dengan bayaran besar."

"Noah mengatakan, SECARA KELIRU tentang saya, bahwa Donald Trump dan Bill Clinton menghabiskan waktu di Pulau Epstein. SALAH!!!" tulis Trump.

"Saya tidak bisa berbicara atas nama Bill, tetapi saya tidak pernah pergi ke Pulau Epstein, bahkan tidak pernah mendekatinya. Hingga pernyataan palsu dan mencemarkan nama baik malam ini muncul, saya juga tidak pernah dituduh berada di sana, termasuk oleh Media Palsu." Trump menambahkan bahwa Noah, yang ia sebut sebagai "pecundang total," sebaiknya segera meluruskan fakta-fakta yang keliru.

Trump Ancam Gugat Host Grammy Awards 2026 Buntut Lelucon Terkait Epstein
Pembawa acara Trevor Noah berbicara saat Grammy Awards ke-68 yang digelar pada Minggu, (1/2/2026) di Los Angeles, Amerika Serikat. Candaannya memicu emosi Donald Trump. (Dok. AP/Chris Pizzell © 2026 Liputan6.com

Acara Grammy Awards tahun ini menunjukkan penolakan yang kuat terhadap Trump dan pemerintahannya. Banyak artis yang mengenakan pin sebagai bentuk protes terhadap ICE (Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS), sementara beberapa pemenang penghargaan secara terbuka mengecam sikap anti-imigran yang ditunjukkan oleh Trump di Minnesota dan daerah lainnya.

Billie Eilish, yang meraih penghargaan untuk lagunya "Wildflower" yang menjadi bahan lelucon Noah menyatakan, "Tidak ada manusia ilegal di atas tanah curian. Sangat sulit untuk tahu harus mengatakan atau melakukan apa sekarang kita perlu terus berjuang, bersuara, dan melakukan protes."

Selain itu, Olivia Dean, pemenang kategori "Best New Artist" yang neneknya berasal dari Guyana. "Saya berdiri di sini sebagai cucu seorang imigran. Saya adalah hasil dari keberanian, dan saya pikir orang-orang seperti itu pantas dirayakan."

Sementara itu, Bad Bunny, penyanyi dari Puerto Riko yang berhasil meraih tiga penghargaan, mengungkapkan, "Sebelum saya mengucap terima kasih kepada Tuhan, saya akan mengatakan ICE keluar. Kami bukan liar, bukan hewan, bukan alien kami manusia dan kami orang AS."

Komedian televisi, khususnya pembawa acara larut malam seperti Stephen Colbert dan Jimmy Kimmel, telah menjadi sasaran kemarahan Trump selama masa jabatannya karena kritik mereka terhadap presiden. Acara "The Late Show" yang dipandu Colbert dijadwalkan untuk menayangkan episode terakhirnya pada bulan Mei mendatang setelah dibatalkan oleh CBS tahun lalu.

Pembatalan ini terjadi beberapa hari setelah Colbert mengkritik Paramount, perusahaan induk CBS, atas keputusan mereka untuk menyelesaikan gugatan hukum dengan Trump senilai USD 16 juta. Meskipun demikian, CBS menyatakan bahwa pembatalan tersebut tidak ada hubungannya dengan kritik itu.

Disney, yang memiliki ABC, pernah menskors "Jimmy Kimmel Live!" selama beberapa hari pada bulan September lalu setelah Kimmel dianggap melontarkan pernyataan yang tidak sensitif terkait pembunuhan aktivis sayap kanan Charlie Kirk. Trump merayakan keputusan tersebut dan mendesak Federal Communications Commission (FCC) untuk mencabut izin siaran ABC. Namun, acara itu kembali tayang setelah muncul reaksi keras terhadap kebebasan berbicara, termasuk dari kalangan Hollywood, serikat penyiaran, dan sejumlah tokoh Partai Republik.

Grammy Awards 2026 juga menjadi momen terakhir bagi acara penghargaan tersebut untuk disiarkan oleh CBS. Para analis mencatat bahwa jaringan tersebut semakin condong ke kanan secara politik sejak penggabungan Paramount dengan Skydance Media tahun lalu. Editor-in-chief baru CBS, Bari Weiss, menghadapi berbagai kontroversi selama tiga bulan pertamanya yang penuh gejolak.

Dalam unggahannya, Trump tampak merayakan berakhirnya kemitraan CBS dengan Grammy Awards. Ia menyebut Grammy Awards sebagai acara yang sangat buruk dan hampir tidak bisa ditonton, serta berpendapat bahwa CBS beruntung karena tidak lagi menyiarkan acara yang ia sebut sebagai "sampah".

Noah, mantan pembawa acara "The Daily Show" yang telah memandu Grammy Awards selama enam tahun berturut-turut, juga mengungkapkan bahwa tahun ini adalah tahun terakhir ia menjadi pembawa acara. "Saya sudah bilang ini tahun terakhir saya!" ujar Noah, menanggapi reaksi penonton terhadap lelucon tentang Pulau Epstein.

Sebagai catatan, pada tahun 2008 di Florida, Jeffrey Epstein mengaku bersalah atas kasus tingkat negara bagian yang berkaitan dengan prostitusi dan permintaan prostitusi terhadap anak di bawah umur.

Kasus tersebut terpisah dari perkara tingkat federal yang menjeratnya pada tahun 2019 di New York, ketika ia ditahan sambil menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks. Pihak berwenang menyatakan bahwa Epstein meninggal dunia akibat bunuh diri pada tahun yang sama.

Rekomendasi