Deretan Pramugari di Pusaran Kasus Korupsi, Ada Siwi Widi hingga Theresii
Banyak kasus korupsi menyeret sejumlah pihak yang memiliki kedekatan dengan pelaku utama.
Para pelaku korupsi tidak puas hanya dengan menikmati hasil dari uang panasnya sendiri. Tidak jarang, orang lain juga ikut kecipratan uang korupsi tersebut.
Theresia Mela Yunita salah satunya. Seorang pramugari dari plat merah yang ikut kedapatan uang rasuah dari selingkuhannya eks Direktur Utama (Dirut) PT Taspen Antonius Nicholas Stephanus Kosasih alias ANSK yang terlibat korupsi investasi fikitf di PT Taspen senilia Rp1 triliun.
Theresia hanya satu dari sekian banyak pramugari yang masuk ke dalam pusaran uang panas tersebut. Keberadaan Theresia juga sempat viral di media sosial oleh istri sah Kosasih, Rinna Lauwy Kosasih yang menggerebek langsung perselingkuhan dengan suaminya terjadi.
Theresia hanya satu dari sekian pramugari masuk ke dalam pusaran korupsi dengan melibatkan pajabat tinggi. Berikut beberapa pramugari yang pernah terlibat kasus rasuah.
Siwi Widi Purnawanti Terseret Korupsi Ditjen Pajak
Nama Siwi Widi disebut-sebut dalam kasus korupsi Direktorat Jenderal Pajak yang menjerat Wawan Ridwan dalam persidangan pada tahun 2022.
Wawan Sendiri didakwa menerima suap senilai Rp6,4 miliar untuk merekayasa nilai pajak dari 3 perusahaan yaitu PT Bank Pan Indonesia (Panin), PT Jhonlin Baratam (JB) dan PT Gunung Madu Plantations (GMP).
Siwi diduga kecipratan uang panas dari Wawan Rp657,8 juta. Dia mengaku mendapat uang tersebut dari Muhammad Farsha Kautsar dari April hingga Juli 2019.
Jaksa membongkar dibalik pengiriman uang dari Wawan itu agar bisa mendekati Wiwi dengan mencari perhatian.
"Dia (Wawan) mencoba mendekati saya, dan ada obrolan dimana dia mencoba mencari perhatian pada saya dengan membayarkan sesuatu untuk saya," kata Wiwi dalam persidangan.
"Sebenernya waktu itu Farsha meminta saya jadi pasangannya. Tapi waktu itu saya belum paham Farsha, jadi saya agak takut," tambahnya.
Setelah terpincut, Wiwi mulai mendapatkan sejumlah uang dari Wawan. Diantara uang tersebut ada yang dipakai keperluan pribadinya seperti jalan-jalan, belanja, beli jaket merk Guci, bahkan pearawatan kecantikan di Korea.
Tapi katanya, dia tidak pernah meminta uang tersebut, melainkan inisiatif dari Wawan sendiri.
"Farsha suka tanya kegiatan saya, misalnya saya mau ke klinik, lalu ia bertanya harganya berapa berapa, dia mencoba membayarkan, mencoba dermawan pada saya," ujarnya.
Kendati demikian uang senilai Rp647,8 miliar yang diterima, telah dikembalikan Wiwi ke rekening KPK.
Selvi Purnama Sari
Pramugari yang selanjutnya di pusaran setan korupsi, yakni Selvi Purnama Sari pada kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe.
Keterlibatan Selvi mengantar uang puluhan miliar rupiah dengan menggunakan pesawat. Selvi diduga diperintahkan oleh Lukas mengantarkan uang panas tersebut.
Hal itu terungkap usai Selvi pernah diperiksa KPK di kasus pencuciang Lukas.
"Selvi Purnama Sari (pramugari), saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya pengantaran uang puluhan miliar secara tunai menggunakan pesawat jet atas perintah Tersangka LE," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (25/8/2023).
Dalam kasus Lukas, dia mengkorupsi dana operasional Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Menurut Alex, hal itu terjadi sejak 2019 hingga 2022.
"Dari tahun 2019 sampai 2022 itu yang bersangkutan itu setiap tahun, dana operasional yang bersangkutan itu Rp 1 triliun lebih," ujar Alex di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (26/6/2023).
Alex mengatakan, uang tersebut paling banyak dibelanjakan makanan dan minuman.
Menurut Alex, jika dikalkulasikan dalam satu hari Lukas bisa menghabiskan uang Rp 1 miliar untuk belanja makan dan minum,
"Sebagian besar dibelanjakan untuk biaya makan minum. Bayangkan kalau Rp 1 triliun itu sepertiga digunakan untuk belanja makan minum, itu satu hari Rp 1 miliar untuk belanja makan minum," tutur Alex.
Alex mengatakan KPK langsung kemudian mendalami temuan tersebut. Hasilnya pihak lembaga antirasuah menemukan adanya kejanggalan dalam dana operasional tersebut. Rupanya banyak yang fiktif.
"Kami sudah cek di beberapa lokasi tempat kwitansi diterbitkan. Ternyata itu banyak juga yang fiktif. Jadi restorannya tidak mengakui bahwa kwitansi itu diterbitkan rumah makan tersebut," ujar Alex.
Theresia Mela Yunita
Teranyar pramugari yang terlibat di kasus korupsi yakin Theresia, dia juga disebut selingkuhan Eks Dirut Taspen, Kosasih.
Uang tersebut ia gunakan untuk membelikan apartemen mewah buat selingkuhannya. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya sampai sebelas unit.
Kosasih didakwa memperkaya diri dari kasus skema investasi fiktif di PT Taspen senilai Rp34 miliar. Alhasil negara mengalami kerugian mencapai Rp1 Triliun.
"Memperkaya terdakwa (Kosasih) sebesar Rp28.455.791.623 dan valas sebesar USD 127.037, SGD 283.000, Euro 10 ribu, THB 1.470, Pounds 20, JPY 128.000, HKD 500, KRW 1.262.000," ungkap Jaksa dalam surat dakwan Kosasih, Rabu (3/6).
Kosasih meraup uang negara sebesar Rp34 miliar dimana uang tersebut diantaranya ada yang dibelikan sejumlah aset mewah. Salah satunya membeli 11 unit apartemen atas nama Theresia Mela Yunita (TMY).
Theresia disebut-sebut seorang pramugari sekaligus diduga selingkuhan eks Dirut Taspen itu.
Aset lainnya berupa kendaraan yang diberikan ke anak-anaknya Callista Madona Kosasih dan Ashley Kirsten Kosasih, serta tiga bidang tanah di kawasan Jelupang, Tangerang Selatan, Banten, senilai Rp4 miliar.
Berikutnya Kosasih menggunakan uang-uang yang diduga dari hasil korupsinya untuk sejumlah keperluan," beber jaksa.
A. Properti
1. 4 unit apartemen di The Smith – Rp10,7 miliar
2. 2 unit apartemen di Spring Wood – Rp5 miliar
3. 4 unit apartemen di Sky House Alam Sutera – Rp5,07 miliar
4. 1 unit apartemen di Belezza Permata Hijau (Tower Versailles, Lantai 21, FS 2103) – Rp2 miliar
5. 3 bidang tanah di Jelupang, Tangerang Selatan atas nama Theresia Mela Yunita (luas: 178 m², 122 m², dan 174 m²) – Rp4 miliar
B. Kendaraan
1. Honda HR-V (B 1305 DNA) atas nama RR Dina Wulandari DW – Rp515,9 juta
2. Honda CR-V (B 2789 RFH) atas nama Ashley Kirsten Kosasih – Rp651,4 juta
3. Honda CR-V (B 2158 RFD) atas nama Callista Madona Kosasih – Rp503,7 juta
Sedangkan sisanya, Kosasih menyimpan uang tersebut disejumlah lokasi.
C. Uang Tunai dan Valuta Asing
1. Di rumah dinas, Jl. Sumenep, Menteng:
SGD 5.000
2. Safe Deposit Box (SDB) di Bank CIMB Niaga:
USD 120.000
SGD 11.000
Euro 10.000
3. Di Apartemen Setiabudi Sky Garden (ditempati Theresia Mela Yunita):
USD 7.017
SGD 222
THB 1.470
Pounds 20
JPY 2.000
HKD 500
4. Di Apartemen Setiabudi Sky Garden (ditempati Kosasih):
Rp2,8 juta
KRW 1.262
USD 56
JPY 108.000