Pria Ini Diusir dari Apartemen Karena Pelihara Hewan, Tapi Bukan Kucing Atau Anjing
Seorang pria asal China diusir dari dua apartemen karena memelihara anak kerbau hitam sebagai hewan peliharaan.
Seorang pria asal China bernama Chen, seorang pensiunan petinju berusia 30 tahun, telah menjadi sorotan publik setelah memelihara seekor anak kerbau hitam di apartemennya. Kejadian ini mengakibatkan ia diusir dari dua apartemen berbeda dalam waktu satu tahun. Chen, yang kini bekerja paruh waktu sebagai pelatih kebugaran dan tinju di Foshan, Provinsi Guangdong, mengaku membeli anak kerbau tersebut pada Januari lalu dengan niat awal untuk memelihara anjing.
Chen menjelaskan bahwa ia menganggap hewan peliharaannya sebagai pengingat untuk tetap bekerja keras sembari menjaga keseimbangan hidup. Meskipun demikian, keputusannya untuk memelihara anak kerbau tersebut menuai berbagai reaksi di media sosial. Foto dan video yang menunjukkan Chen merawat anak kerbau—mulai dari membersihkan, memberi makan, hingga mengajaknya jalan-jalan—menjadi viral di platform media sosial China.
Namun, popularitas yang diraih Chen tidak sepenuhnya positif. Beberapa pengguna media sosial mengkritiknya, menuduhnya memanfaatkan hewan tersebut untuk meraih ketenaran. Menanggapi tuduhan ini, Chen dengan tegas membantahnya. "Saya mencintai hewan peliharaan saya dan tidak mungkin saya diusir dua kali jika tidak memiliki ikatan emosional yang kuat dengan dia," ujarnya.
Pelanggaran Aturan Apartemen
Pemeliharaan hewan peliharaan yang tidak biasa seperti anak kerbau di dalam apartemen jelas melanggar peraturan yang ditetapkan oleh pengelola tempat tinggal. Chen mengakui bahwa ia telah diusir dari dua apartemen dalam waktu satu tahun, yang menunjukkan bahwa masalah ini bukanlah hal sepele. Keputusan untuk memelihara anak kerbau tersebut diambil Chen tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan tempat tinggalnya.
Di Foshan, banyak apartemen yang memiliki peraturan ketat mengenai hewan peliharaan. Biasanya, hanya hewan kecil seperti kucing dan anjing yang diperbolehkan. Chen, yang berusaha untuk mempertahankan hewan peliharaannya, harus menghadapi konsekuensi dari pelanggaran ini. "Saya tidak pernah berpikir bahwa anak kerbau bisa menjadi masalah besar," ungkapnya.
Respons Publik dan Media Sosial
Reaksi publik terhadap keputusan Chen untuk memelihara anak kerbau sangat beragam. Beberapa orang mendukungnya dan menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk cinta terhadap hewan. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik dan menuduhnya mencari perhatian. Chen merasa bingung dengan pandangan yang berbeda ini. "Saya hanya ingin memiliki hewan peliharaan yang unik dan berbeda," jelasnya.
Video dan foto Chen yang merawat anak kerbau tersebut telah menarik perhatian banyak orang, membuatnya menjadi semacam selebriti di media sosial. Namun, ketenaran ini datang dengan risiko, termasuk kehilangan tempat tinggal. Chen kini sedang mencari apartemen baru yang lebih ramah terhadap hewan peliharaan.
Proses Pencarian Tempat Tinggal Baru
Setelah diusir dari dua apartemen, Chen kini menghadapi tantangan baru dalam mencari tempat tinggal yang sesuai. Ia berharap bisa menemukan apartemen yang memperbolehkan hewan peliharaan dan mendukung keinginannya untuk merawat anak kerbau. Meskipun situasi ini sulit, Chen tetap optimis dan bertekad untuk tidak menyerah.
"Saya akan terus mencari tempat yang tepat untuk kami berdua," kata Chen. Ia juga berharap agar masyarakat dapat lebih memahami dan menerima keputusannya untuk memelihara hewan yang tidak biasa. Dengan ketekunan dan cinta yang ia miliki untuk anak kerbau, Chen bertekad untuk menemukan tempat yang dapat memberikan kenyamanan bagi mereka berdua.