Misterius, 100 Bangkai Kucing Ditemukan di Rumah Seorang Staf Organisasi Perlindungan Hewan
Ironisnya, organisasi tersebut dikenal aktif dalam menyelamatkan kucing dan anjing dari tempat penampungan.
Kasus mengejutkan terjadi di Kumamoto, Jepang, di mana sekitar 100 bangkai kucing ditemukan membusuk di rumah seorang wanita yang ternyata merupakan anggota organisasi perlindungan hewan. Ironisnya, organisasi ini dikenal aktif dalam menyelamatkan kucing dan anjing dari tempat penampungan. Wanita tersebut adalah staf dari Animal Assist Senju, sebuah organisasi yang beroperasi di Kumamoto.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media sosial, pihak organisasi mengungkapkan staf tersebut bertindak di luar batas kendali internal dengan mengambil banyak kucing tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu.
"Kami menemukan rumah penuh dengan kotoran, urine, dan bangkai. Salah satu kucing bahkan tidak dapat dikenali---kulitnya mengelupas dan cakarnya tertutup kotoran," tulis Animal Assist Senju di Instagram, dilansir Channel News Asia, Sabtu (7/6).
Foto-foto yang diunggah oleh organisasi tersebut menunjukkan kondisi rumah yang sangat memprihatinkan: tumpukan sampah berserakan dan situasi yang jauh dari layak bagi kehidupan makhluk hidup. Pihak Pusat Perlindungan Hewan Kota Kumamoto menyatakan kepada AFP, jumlah kucing yang mati pada awalnya diperkirakan sekitar 100 ekor, meskipun beberapa media melaporkan bahwa jumlahnya mungkin lebih banyak lagi.
Petugas kota dan relawan perlindungan hewan telah melakukan dua kali inspeksi ke rumah tersebut setelah menerima laporan mengenai kematian seekor kucing. Temuan awal itu kemudian memicu pencarian yang lebih menyeluruh, yang mengungkapkan tragedi yang lebih besar. Hingga saat ini, sebanyak 12 kucing yang masih hidup telah berhasil diselamatkan, meskipun dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Animal Assist Senju mengakui bertanggung jawab dan meminta maaf kepada publik terkait tragedi yang terjadi. Mereka menegaskan bahwa wanita tersebut kini dilarang untuk memelihara kucing lagi.
"Kami hanya bisa membayangkan penderitaan luar biasa yang dialami kucing-kucing itu sebelum mati," tulis organisasi tersebut.
Kasus ini telah mengejutkan masyarakat Jepang dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem pengawasan di organisasi perlindungan hewan. Meskipun niat awal mereka adalah untuk menyelamatkan hewan, kurangnya kontrol internal justru berpotensi menyebabkan kelalaian yang fatal. Saat ini, pihak berwenang belum memastikan apakah akan ada tindakan hukum yang diambil terhadap wanita tersebut.