Benarkah Memelihara Kucing Bikin Mandul? ini Penjelasan Pakar Patologi Klinik
Dr. drh. Leni Maylina, dosen di Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, membantah mitos bahwa kucing dapat menyebabkan kemandulan.
Masyarakat Indonesia sering kali mendengar mitos bahwa kucing dapat menyebabkan kemandulan atau infertilitas. Banyak orang tua yang memberi nasihat kepada anak-anak mereka yang baru menikah agar tidak memelihara kucing.
"Jangan pelihara kucing, nanti mandul," seperti yang dikutip dari laman IPB University pada Selasa (6/1/2026).
Namun, Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Dr. drh. Leni Maylina, menolak anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa memelihara kucing tidak secara langsung mengakibatkan kemandulan.
"Isu yang kerap beredar di masyarakat tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucing itu sendiri," ungkap Leni dalam IPB Podcast yang ditayangkan di kanal YouTube IPB TV mengenai mitos dan fakta seputar hubungan antara memelihara kucing dan kesehatan reproduksi manusia.
Leni menambahkan bahwa Toxoplasma gondii adalah parasit protozoa berukuran sangat kecil yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Tidak semua kucing terinfeksi oleh parasit ini, dan menurut beberapa penelitian, jumlah kucing yang terinfeksi tergolong sangat sedikit.
"Tidak semua kucing bisa terinfeksi Toxoplasma gondii. Banyak penelitian menunjukkan prevalensinya sangat rendah, apalagi pada kucing yang dipelihara di dalam rumah," jelasnya lebih lanjut.
Menurut Leni, kucing dapat terinfeksi toksoplasma terutama jika mengonsumsi daging mentah atau hasil buruan seperti tikus yang mengandung kista parasit. Kucing yang terinfeksi akan mengeluarkan parasit dalam bentuk ookista melalui feses. Namun, ookista tersebut tidak bersifat infektif secara langsung.
"Ookista yang keluar dari kotoran kucing itu awalnya belum infektif. Dia membutuhkan waktu sekitar satu sampai lima hari untuk menjadi infektif. Karena itu, membersihkan kotoran kucing setiap hari sangat penting," tegasnya.
Sumber Utama Infeksi Toksoplasmosis Bukan Berasal dari Kucing
Leni menjelaskan bahwa kucing yang pernah terinfeksi biasanya akan membentuk antibodi, sehingga kemungkinan untuk kembali mengeluarkan ookista infektif di masa mendatang sangat kecil. Untuk memastikan adanya infeksi secara medis, pemeriksaan dapat dilakukan melalui analisis feses kucing, meskipun hasilnya tidak selalu dapat diandalkan.
Selain itu, pemeriksaan lanjutan seperti PCR atau tes imunologi juga dapat dilakukan di fasilitas kesehatan hewan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Mengenai penularan toksoplasmosis kepada manusia, Leni menegaskan bahwa sumber utama infeksi sebenarnya berasal dari makanan, bukan dari kucing.
"Penularan terbesar pada manusia itu justru dari makanan, terutama daging yang dimasak tidak sempurna serta sayuran dan buah-buahan yang tidak dicuci bersih. Lebih dari 80 persen kasus infeksi berasal dari makanan," ungkapnya.
Tidak Ada Bukti Menyebabkan Kemandulan
Toksoplasmosis tidak secara langsung berkaitan dengan kemandulan, menurut penjelasan Leni.
"Kalau dibilang menyebabkan kemandulan secara langsung, saya rasa tidak," katanya.
Namun, Leni menekankan bahwa bagi ibu hamil, infeksi toksoplasma dapat berakibat serius, seperti keguguran atau gangguan pada janin, terutama pada trimester pertama kehamilan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun toksoplasmosis tidak menyebabkan kemandulan secara langsung, efeknya dapat berpengaruh pada proses kehamilan yang sehat.
Tidak Perlu Mengusir Kucing dari Rumah
Leni menegaskan bahwa perempuan yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan tidak perlu mengeluarkan kucing dari rumah. Yang terpenting adalah menghindari kontak langsung dengan kotoran kucing, menggunakan sarung tangan saat membersihkan litter box, dan selalu mencuci tangan hingga bersih.
"Yang paling penting itu kebersihan, termasuk kebersihan makanan dan kebiasaan cuci tangan. Jangan langsung makan setelah memegang kucing tanpa mencuci tangan," pesannya.
Selain itu, Leni juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut memelihara kucing hanya karena isu toksoplasmosis.
"Jangan takut memelihara kucing. Yang penting jangan memberi daging mentah, bersihkan kotoran kucing setiap hari, gunakan sarung tangan, dan rutin membawa kucing ke dokter hewan untuk pemeriksaan kesehatan," pungkasnya.