Perawat Palestina Dilarang Warga Israel Masuk ke Bunker Bom Saat Berlindung dari Serangan Rudal Iran: 'Tidak Boleh, Kamu Orang Arab'
Sebelumnya sekelompok warga Muslim dan Kristen juga dilarang masuk bunker oleh orang Israel saat serangan Iran.
Seorang perawat Palestina yang tinggal di Israel utara mengungkapkan dirinya dilarang masuk ke bunker bom di dekat klinik tempat dia bekerja oleh pasien-pasiennya yang merupakan warga Israel. Bunker tersebut digunakan orang Israel untuk berlindung ketika diserang Iran.
Perempuan yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengungkapkan kepada Middle East Eye, dia sedang menyetir saat melakukan kunjungan rumah ke pasien-pasiennya di lingkungan Krayot, utara Haifa pada Jumat (20/6) pagi ketika sirene peringatan mulai berbunyi.
Dia mengatakan, dia yakin orang-orang yang melarangnya masuk ke bunker itu mengenailnya dan mereka tahu dia bekerja di klinik di sekitar tempat tinggal mereka, namun demikian mereka tetap melarang perawat ini masuk ke bunker. Padahal hari itu, perempuan ini juga memakai seragam medis.
"Ketika peringatan berbunyi saya menghentikan mobil saya. Saya lihat orang-orang Israel lainnya berlarian menuju bunker jadi saya ikut," jelas perawat ini, seperti dikutip dari Middle East Eye, Sabtu (21/6).
"Tapi ketika saya masuk mereka bilang, 'Enggak, kamu orang Arab', dan mereka menutup pintu."
Perempuan ini mengungkapkan, diskriminasi terhadap tenaga medis Palestina di Israel memburuk sejak 7 Oktober. Tapi dia tetap kaget dengan perlakukan orang Israel ini.
"Saya memberikan layanan kesehatan kepada komunitas ini dan bekerja di kota mereka. Mereka tahu siapa saya. Mereka pasien-pasien saya dan saya kenal mereka semua," ujarnya.
Setelah dilarang masuk bunker, perawat ini kemudian berlindung di tempat terbuka, berdiri di bawah balkon.
"Saya melihat seorang perempuan Israel Rusia berbaring di lantai. Saya membantu dia berdiri dan menenangkannya. Saya manusia sebelum saya menjadi orang Arab atau Muslim atau Yahudi dan saya tidak akan kehilangan kemanusiaan saya," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Muslim Palestina dan Kristen yang tinggal di Jaffa, Israel, juga dilarang masuk ke bunker saat serangan Iran. Pada Kamis pagi, sekelompok pekerja asing juga dilarang masuk ke bunker di Ramat Gan.
Sebuah video yang direkam para pekerja dari Daliyat al-Karmel di Israel utara menunjukkan seorang pria Israel melarang mereka masuk ke bunker dan mengatakan, "Biarkan bos kalian yang melindungi kalian."