Penipuan Tingkat Tinggi, Pria Ini Ngaku-Ngaku Duta Besar Negara Fiktif Bernama Seborga, Westartica
Seorang pria ditangkap oleh polisi India karena berani mendirikan kantor kedutaan palsu di sebuah rumah sewaan di Ghaziabad.
Seorang penipu di India berhasil ditangkap setelah menjalankan aksinya sebagai duta besar palsu dari negara-negara yang tidak ada. Ia mengklaim mewakili negara fiktif bernama Seborga dan Westarctica. Penipu ini bahkan mendirikan kantor kedutaan palsu di sebuah rumah mewah sewaan, lengkap dengan pelat diplomatik tiruan, bendera negara khayalan, dan janji-janji manis tentang pekerjaan luar negeri untuk menipu para korbannya.
Pelaku yang bernama Harshvardhan Jain ini berani menyamar sebagai duta besar dari negara-negara yang tidak nyata demi menipu banyak orang dan perusahaan. Modus operandi yang digunakannya adalah membuka kedutaan palsu di sebuah rumah mewah yang terletak di kawasan elit Kavi Nagar, Ghaziabad. Di lokasi tersebut, ia menampilkan citra orang kaya dengan banyak relasi, sebagaimana dilansir dari Odditycentral, Selasa (29/7/2025).
Jain juga memanfaatkan dokumen palsu, pelat mobil yang dibuat sendiri, serta cerita-cerita karangan tentang relasi internasional untuk menarik perhatian korbannya. Akibatnya, banyak orang yang tertipu dan terpaksa membayar mahal untuk tawaran kerja dan peluang bisnis yang ternyata hanya tipu daya belaka.
Polisi menangkapnya setelah melakukan tindakan ekstrem
Seorang pria berusia 47 tahun yang terlibat dalam penipuan akhirnya ditangkap oleh Tim Khusus (STF) Kepolisian Uttar Pradesh pada hari Selasa. Penangkapan ini terjadi setelah pihak kepolisian melakukan penggerebekan di markas kedutaan palsunya yang terletak di Ghaziabad.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menemukan berbagai barang bukti, termasuk empat mobil yang menggunakan pelat diplomatik palsu, paspor diplomat yang tidak asli dari 12 negara fiktif, serta stempel palsu dari 34 negara. Selain itu, ditemukan juga uang tunai sekitar Rs 44 lakh, yang setara dengan sekitar Rp827 juta, dan koleksi jam tangan mewah. Menurut penjelasan pejabat senior STF, Sushil Ghule, Harshvardhan Jain diduga terlibat dalam pencucian uang melalui beberapa perusahaan fiktif yang beroperasi di Inggris, Mauritius, Dubai, serta beberapa negara di Afrika.