Dari Nol ke Ramai, Panduan Memulai Bisnis Kafe yang Jadi Spot Nongkrong Favorit Anak Muda

Kafe tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjual makanan dan minuman, tetapi juga sebagai wadah komunitas.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Dari Nol ke Ramai, Panduan Memulai Bisnis Kafe yang Jadi Spot Nongkrong Favorit Anak Muda
Kafe Pomintos (Instagram/@pomintos) (© 2026 Liputan6.com)

Membuka bisnis kafe kini menjadi pilihan usaha yang semakin diminati, khususnya di kalangan anak muda yang ingin menciptakan ruang kreatif sekaligus tempat berkumpul yang nyaman.

Kafe tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjual makanan dan minuman, tetapi juga sebagai wadah komunitas, tempat bertukar ide, dan ruang berekspresi bagi berbagai kalangan. Fenomena ini mendorong banyak pelaku usaha pemula untuk mencoba peruntungan di industri kuliner yang dinamis, meskipun harus memulai dari nol dengan berbagai keterbatasan.

Contoh nyata datang dari Chrisna Fernand, pemilik Kedai Pomintos di Bantul, yang menunjukkan bahwa kafe dapat dibangun dari semangat komunitas dan kreativitas. Dengan latar belakang sebagai seniman, ia menggabungkan konsep ruang seni dan tempat nongkrong menjadi satu kesatuan yang hidup. Perjalanan membangun kafe tersebut bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang memiliki nilai dan makna bagi orang-orang di sekitarnya.

"Aku bikin lagi sendiri namanya komunitas itu, aku berharapnya jadi tempat teman-teman punya ruang buat meluangkan kreativitasnya. Kalau yang suka masak ya masak, yang suka musik ya musik, yang suka nulis ya nulis, karena kita punya banyak agenda di sini," ungkap Chrisna saat ditemui Liputan6.com pada Minggu (3/5).

Lebih lanjut, Chrisna menjelaskan berbagai kegiatan yang diadakan di kafenya, seperti diskusi, nonton film, dan workshop melukis.

"Setiap Sabtu Minggu kita bikin bar takeover, jadi teman-teman yang hobi masak tapi enggak punya tempat bisa mulai di sini. Mereka tinggal masak dan jualan, sehari atau dua hari, dan keuntungannya buat mereka semua. Jadi ini bukan sekadar kafe, tapi ruang berbagi kesempatan juga," tambahnya.

Dengan pendekatan ini, Kedai Pomintos tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga pusat kreativitas yang mendukung pengembangan komunitas lokal.

Menjadi dasar utama

Cara Membuka Bisnis Kafe untuk Pemula, Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda
Kafe Pomintos (Instagram/@pomintos) © 2026 Liputan6.com

Langkah pertama dalam memulai bisnis kafe adalah menentukan konsep yang jelas dan memiliki identitas yang kuat. Konsep ini akan menjadi dasar utama yang membedakan kafe Anda dari kompetitor lainnya, sekaligus menarik perhatian target pasar yang sesuai.

Dalam hal ini, Kedai Pomintos mengusung konsep yang lebih dari sekadar tempat makan; mereka menciptakan ruang komunitas yang menggabungkan seni, diskusi, dan aktivitas kreatif dalam suasana yang hangat dan inklusif. Konsep yang solid juga berperan penting dalam menentukan desain interior, suasana, serta jenis kegiatan yang akan diadakan.

Dengan mengusung nuansa rumah Joglo yang nyaman, kafe ini memberikan pengalaman emosional bagi pengunjung, seolah-olah mereka kembali ke rumah sendiri.

Pendekatan semacam ini terbukti efektif dalam menarik perhatian anak muda yang mencari tempat nongkrong dengan suasana yang berbeda dan lebih personal.

"Dari dulu aku memang sudah bikin ruang-ruang buat aktivitas bareng teman-teman, mulai dari komunitas komik, ilustrasi, sampai ruang diskusi sosial politik dan seni. Formatnya beda-beda, tapi intinya selalu jadi tempat kumpul. Nah yang sekarang ini aku buat dalam bentuk warung, supaya lebih sustain dan tetap bisa jadi ruang kreatif buat banyak orang," ungkap pria asal Blitar, Jawa Timur, itu. Dengan cara ini, Kedai Pomintos tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga pusat kreativitas yang menghubungkan berbagai kalangan melalui aktivitas yang bermanfaat.

Mulailah dengan modal yang terjangkau dan gunakan sumber daya yang dimiliki

Cara Membuka Bisnis Kafe untuk Pemula, Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda
Kafe Pomintos (Instagram/@pomintos) © 2026 Liputan6.com

Banyak calon pengusaha kafe merasa ragu untuk memulai usaha karena terhambat oleh masalah modal. Namun, bisnis ini sebenarnya dapat dimulai dengan dana yang terbatas, asalkan konsep dan pelaksanaannya dilakukan dengan tepat. Contohnya, Kedai Pomintos didirikan dengan modal sekitar Rp20 juta, yang merupakan jumlah yang relatif kecil untuk sebuah usaha kafe, karena memanfaatkan rumah sebagai lokasi usaha dan mengoptimalkan sumber daya yang ada.

Pemanfaatan aset pribadi seperti rumah atau peralatan yang sudah dimiliki dapat menjadi strategi yang efektif dalam menekan biaya awal. Selain itu, kreativitas dalam pengelolaan anggaran juga menjadi kunci agar bisnis tetap berjalan tanpa beban finansial yang terlalu berat.

Dengan pendekatan yang sederhana, kafe tetap dapat menarik perhatian pengunjung tanpa perlu tampil mewah.

"Modal awal itu sekitar Rp20 jutaan, sebenarnya kecil untuk ukuran kafe karena ini konsepnya warung rumahan. Aku pakai rumah yang disewa di Bantul biar dekat sama teman-teman. Modal itu aku dapat dari jualan lukisan, karena aku sadar kalau mengandalkan seni saja di Indonesia masih susah untuk kebutuhan harian, jadi aku butuh usaha lain yang bisa jalan setiap hari," ujarnya.

Dengan demikian, calon pengusaha kafe tidak perlu merasa tertekan dengan biaya yang tinggi, melainkan bisa memulai dengan apa yang mereka miliki dan mengembangkan usaha secara bertahap.

Kolaborasi merupakan langkah awal yang penting dalam membangun sebuah usaha

Cara Membuka Bisnis Kafe untuk Pemula, Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda
Kafe Pomintos (Instagram/@pomintos) © 2026 Liputan6.com

Membangun bisnis kafe memerlukan strategi yang tepat, salah satunya adalah kolaborasi. Dengan bekerja sama dengan individu yang memiliki keahlian yang berbeda, proses operasional bisnis dapat berjalan lebih efisien dan menawarkan variasi produk yang lebih banyak.

Sebagai contoh, Kedai Pomintos memulai perjalanan usahanya dengan menggandeng mitra yang ahli dalam bidang minuman teh dan tisane, sehingga produk yang mereka tawarkan menjadi lebih bervariasi. Selain itu, kolaborasi juga memberikan kesempatan untuk memperluas jaringan dan menarik lebih banyak pelanggan. Dengan melibatkan orang lain, inovasi dan ide-ide baru dapat terus berkembang, menjaga agar kafe tetap relevan di pasar yang kompetitif.

Hal ini sangat penting, terutama bagi para pemula yang masih dalam proses belajar mengelola bisnis.

"Awalnya itu joinan, aku punya teman Mbak Yuli yang fokus di teh dan tisane. Dia lagi cari partner, kebetulan sering nongkrong di tempatku yang awalnya studio. Dari situ kita ngobrol dan sepakat kolaborasi, dia bikin konsep minuman, aku fokus di makanan. Jadi kita jalan bareng dengan keahlian masing-masing," kata Chrisna.

Dengan cara ini, mereka dapat memanfaatkan keahlian satu sama lain untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan dan meningkatkan daya saing bisnis mereka di industri kafe.

Faktor krusial

Pemilihan menu merupakan salah satu faktor krusial dalam dunia bisnis kafe, karena hal ini akan menentukan identitas serta daya tarik dari usaha tersebut. Daripada mengikuti tren makanan dari luar negeri, Kedai Pomintos memilih untuk menghadirkan menu rumahan yang sederhana namun sarat akan nilai nostalgia. Dengan strategi ini, kafe dapat terasa lebih dekat dengan pengunjung dan memiliki karakter yang khas. Selain itu, memilih menu yang dikuasai juga akan mempermudah operasional dan menjaga kualitas rasa. Dengan menyajikan makanan yang sudah akrab di lidah, proses produksi menjadi lebih efisien dan risiko kegagalan dapat diminimalkan. Pendekatan ini sangat sesuai bagi pemula yang belum memiliki pengalaman yang luas dalam bidang kuliner.

"Aku menawarkan menu home cooking, makanan rumahan yang biasa kita masak sehari-hari. Bukan western food, karena itu sudah banyak yang jual dan aku belum terlalu menguasai. Kalau masakan rumahan kan aku sudah paham, dari dulu juga sering masak sendiri sejak SMA, jadi lebih percaya diri untuk jualan itu," ungkap Chrisna.

Dengan menekankan pada masakan rumahan, Chrisna berharap dapat menarik perhatian pengunjung yang merindukan cita rasa makanan yang familiar. Ini juga menjadi cara untuk membedakan kedai mereka dari kafe lainnya yang lebih umum menawarkan menu internasional. Melalui pendekatan ini, Kedai Pomintos tidak hanya menciptakan pengalaman kuliner yang unik, tetapi juga membangun koneksi emosional dengan pelanggan.

Menghadapi tantangan adalah bagian penting dari proses pembelajaran

Menjalankan bisnis kafe pasti menghadapi berbagai tantangan, terutama bagi mereka yang baru memulai dan tidak memiliki latar belakang dalam dunia bisnis. Salah satu masalah utama yang sering muncul adalah pengelolaan keuangan yang tepat, agar pendapatan dari usaha tidak tercampur dengan kebutuhan pribadi.

Kesalahan ini sering kali terjadi dan perlu segera diperbaiki agar bisnis dapat tumbuh dengan sehat. Selain itu, pengaturan operasional seperti jam buka dan manajemen pengunjung juga sangat penting. Jika kafe tersebut mengusung konsep komunitas yang fleksibel, maka perlu ada aturan yang jelas agar aktivitas tetap berjalan dengan tertib.

Meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi, proses ini memberikan pengalaman berharga yang akan membentuk kemampuan pengusaha dalam jangka panjang. "Tantangannya banyak, karena ini pertama kalinya aku buka kafe dan aku bukan pebisnis. Soal keuangan itu paling terasa, kadang pemasukan warung masih kepakai buat kebutuhan lain, padahal seharusnya dipisah. Terus soal jam operasional juga, karena ini rumah sendiri jadi teman-teman betah nongkrong sampai tengah malam, bahkan sampai jam satu. Itu seru sih, tapi tetap perlu aturan supaya ke depan lebih rapi dan terkelola," katanya.

Bisnis kafe

Berapa modal minimal untuk membuka bisnis kafe pemula? Modal awal dapat disesuaikan dengan konsep yang diinginkan, dan bahkan bisa dimulai dari sekitar Rp20 juta jika memanfaatkan rumah sendiri serta peralatan sederhana. Dengan modal tersebut, pemilik kafe dapat mempersiapkan berbagai aspek penting untuk memulai usaha ini, termasuk perlengkapan dasar dan bahan baku.

Apa konsep kafe yang cocok untuk anak muda? Konsep kafe berbasis komunitas, kreatif, dan homey sangat diminati karena memberi ruang berkumpul sekaligus berekspresi. Kafe yang memiliki suasana yang nyaman dan menarik dapat menarik perhatian anak muda untuk datang dan menghabiskan waktu di sana, sehingga meningkatkan potensi kunjungan secara berulang.

Apakah harus punya pengalaman bisnis sebelum buka kafe? Tidak harus, namun penting untuk belajar manajemen dasar seperti keuangan, operasional, dan pelayanan sejak awal. Memahami aspek-aspek ini akan membantu pemilik kafe dalam mengelola bisnis dengan lebih efektif dan efisien, serta mengurangi risiko kegagalan di masa depan.

Menu seperti apa yang cocok untuk kafe pemula? Menu sederhana yang dikuasai, seperti masakan rumahan, lebih mudah dijalankan dan memiliki daya tarik tersendiri. Dengan menawarkan menu yang familiar dan mudah disiapkan, pemilik kafe dapat lebih fokus pada pelayanan dan menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi pelanggan.

Apa tantangan terbesar dalam menjalankan kafe? Tantangan utama biasanya pada pengelolaan keuangan, konsistensi operasional, serta menjaga konsep tetap berjalan. Menghadapi tantangan ini memerlukan strategi yang baik dan pemantauan yang terus-menerus agar bisnis tetap dapat bertahan dan berkembang seiring waktu.

Rekomendasi