Meradang Banyak Pimpinannya Dibunuh, Iran Ancam AS Targetkan Serangan ke Apple hingga Google
Salah satu perusahaan yang menjadi target Garda Revolusi Islam Iran adalah Apple hingga Google. Para karyawan diminta menjauh dari perusahaan.
Garda Revolusi Islam Iran meradang. Karena banyak pimpinan tingginya jadi sasaran rudal Amerika Serikat (AS).
Kini, Iran mengungkapkan bahwa mereka akan menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka asal Amerika Serikat, seperti Apple, Google, dan Meta, jika lebih banyak pemimpin Iran menjadi korban dalam "pembunuhan yang ditargetkan", Selasa (31/3).
Dalam pernyataannya, Garda Revolusi mengatakan sejumlah perusahaan teknologi AS tersebut harus waspada, antisipasi penghancuran unit-unit mereka dari serangan Teheran mulai Rabu (1/4) pukul 20.00 waktu Teheran.
Dan mencantumkan nama 18 perusahaan yang mereka anggap terlibat dalam pembunuhan para pejabat, seperti yang dilaporkan oleh CNA.
Garda Revolusi juga memperingatkan bahwa karyawan di institusi tersebut disarankan untuk segera meninggalkan tempat kerja guna menghindari potensi bahaya. Ancaman ini muncul bersamaan dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa ia sedang berupaya melakukan diplomasi untuk mengakhiri konflik, meskipun ia juga mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran.
Dalam pernyataannya, Garda Revolusi menegaskan bahwa pemerintah AS dan perusahaan-perusahaan teknologi telah mengabaikan peringatan berulang mengenai perlunya menghentikan operasi yang menargetkan pejabat tinggi Iran, serta menuduh perusahaan-perusahaan tersebut sebagai "elemen utama dalam merancang dan melacak target pembunuhan".
Akibat dari situasi ini, 18 perusahaan yang disebutkan, termasuk Intel, Microsoft, Oracle, serta perusahaan mobil listrik Tesla, perusahaan analitik Palantir, dan produsen chip Nvidia, berisiko menghadapi tindakan balasan.
"Perusahaan yang secara aktif berpartisipasi dalam rancangan teroris akan menghadapi tindakan balasan atas setiap pembunuhan yang ditargetkan," demikian pernyataan Garda Revolusi.
Peringatan tersebut tidak menyebutkan lokasi spesifik dari tindakan yang dimaksud, tetapi menambahkan, "Warga yang berada di sekitar perusahaan-perusahaan teroris ini di seluruh negara di kawasan disarankan meninggalkan lokasi mereka dalam radius satu kilometer dan berpindah ke tempat yang aman."
Di sisi lain, pada awal Maret, Amazon melaporkan bahwa dua pusat datanya di Uni Emirat Arab mengalami serangan drone secara langsung, sementara satu fasilitas di Bahrain juga rusak akibat serangan di sekitarnya. Kejadian ini menunjukkan meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut dan risiko yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan teknologi yang beroperasi di wilayah konflik ini.
Pemimpin Iran Satu per Satu Gugur
Pada tanggal 28 Februari, dilaporkan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan panglima tertinggi Garda Revolusi, Mohammad Pakpour, tewas pada hari pertama perang. Kematian mereka terjadi saat Amerika Serikat dan Israel berusaha menargetkan seluruh jajaran kepemimpinan Iran.
Selain itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, juga dilaporkan tewas, bersama dengan banyak tokoh penting lainnya. Meskipun Israel dan AS mengklaim telah memberikan pukulan besar terhadap Iran dengan menghilangkan para pejabat tinggi, sejumlah analis berpendapat bahwa republik Islam ini tetap menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk bangkit dari kemunduran tersebut.
Di hari yang sama, militer Iran menyatakan bahwa mereka telah meluncurkan serangan balasan terhadap infrastruktur Israel. Serangan ini dilakukan dengan menggunakan drone yang menargetkan pusat-pusat komunikasi, telekomunikasi, dan industri utama di Israel, termasuk fasilitas milik raksasa industri Siemens yang terletak dekat bandara internasional utama serta fasilitas AT&T di Kota Haifa.
Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Israel mengenai keberhasilan serangan tersebut. Hal ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara dan potensi konflik yang lebih besar di masa mendatang.