Iran Tolak Gencatan Senjata Sementara, Ingin Akhiri Perang Timur Tengah
Dia menegaskan bahwa lingkaran konflik 'harus berakhir untuk selamanya', dan mediasi Pakistan berupaya mencapai tujuan tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh menyebut bahwa Teheran menolak gencatan senjata yang sifatnya sementara. Dia mengatakan, Iran berupaya mengakhiri perang di seluruh kawasan Timur Tengah.
Berbicara di sela-sela Forum Diplomasi Antalya, Khatibzadeh mengatakan gencatan senjata apa pun harus mencakup semua zona konflik “dari Lebanon hingga Laut Merah”.
“Kami tidak menerima gencatan senjata sementara,” katanya.
Dia menegaskan bahwa lingkaran konflik 'harus berakhir untuk selamanya', dan mediasi Pakistan berupaya mencapai tujuan tersebut.
Mengenai Selat Hormuz, ia mengatakan jalur maritim itu secara historis tetap terbuka dan bisa diakses, meskipun terletak dalam teritori Iran.
Khatibzadeh menuduh AS dan Israel memicu ketidakstabilan di kawasan, dan mengatakan tindakan mereka telah berdampak negatif pada perdagangan global dan perekonomian yang lebih luas.
Iran Komitmen Jaga Selat Hormuz
Dia mengatakan Iran tetap berkomitmen untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, tetapi menyebut bahwa pengaturan baru dapat diberlakukan mengingat pertimbangan keamanan dan masalah lingkungan.
Ia mengatakan bahwa penyelesaian permanen atas konflik tersebut akan memastikan Selat Hormuz tetap menjadi jalur yang aman untuk perdagangan global.
Pembicaraan Pejabat Militer
Kepala Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, telah berada di Teheran sejak Rabu (15/4), mengadakan pertemuan dengan para pejabat Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Munir juga mengadakan pembicaraan dengan para pejabat militer senior Iran sebagai bagian dari upaya mediasi yang bertujuan mengakhiri konflik.
Pada 8 April, Pakistan menjadi tuan rumah negosiasi Iran-AS, yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan—pasca serangan militer yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran, akhir Februari lalu.