Ilmuwan Peringatkan Sepertiga Spesies Hewan di Bumi Akan Punah di 2100
Risiko kepunahan meningkat jika suhu meningkat melebihi batas yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris.
Bumi, yang telah menjadi tempat tinggal bagi jutaan spesies selama miliaran tahun, kini menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia. Para ilmuwan memperingatkan, sekitar sepertiga dari semua spesies di dunia berisiko punah pada tahun 2100 jika masalah seperti perubahan iklim, hilangnya habitat, dan eksploitasi berlebihan terus berlanjut, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science pada 5 Desember 2024.
Dikutip dari Live Science, Senin (23/12), penelitian menunjukkan bahwa jika suhu global meningkat hingga 1,5 derajat Celsius di atas rata-rata pra-industri atau melebihi batas yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris, maka risiko kepunahan akan meningkat secara signifikan. Kepunahan ini dapat mempengaruhi berbagai spesies, termasuk amfibi, hewan-hewan yang hidup di pegunungan, serta spesies yang terdapat di ekosistem air tawar, khususnya di Amerika Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
Perubahan iklim telah menyebabkan perubahan suhu dan pola curah hujan, yang berujung pada perubahan habitat dan interaksi antar spesies. Contohnya, migrasi kupu-kupu raja yang tidak sinkron dengan waktu mekarnya tanaman yang mereka serbuki. Selain itu, banyak spesies mulai berpindah ke daerah yang lebih tinggi untuk mencari suhu yang lebih sesuai.
Beberapa spesies dapat beradaptasi atau bermigrasi sebagai respons terhadap perubahan lingkungan, tetapi ada juga yang tidak mampu bertahan dari perubahan yang drastis. Akhirnya, hal ini menyebabkan penurunan populasi dan, dalam beberapa kasus, kepunahan.
Amfibi Paling Rentan
Meskipun demikian, para ilmuwan masih mencari pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana peningkatan risiko ini berkaitan dengan perubahan iklim. Dalam studi tersebut, peneliti telah menganalisis lebih dari 30 tahun penelitian mengenai keanekaragaman hayati dan dampak perubahan iklim terhadap sebagian besar spesies yang dikenal.
Peneliti menyatakan, jika emisi gas rumah kaca dikelola sesuai dengan ketentuan Perjanjian Paris, sekitar 1 dari 50 spesies di seluruh dunia, atau sekitar 180.000 spesies, akan terancam punah pada tahun 2100.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kelompok spesies amfibi merupakan yang paling rentan terhadap kepunahan. Hal ini disebabkan siklus hidup amfibi yang sangat tergantung pada kondisi cuaca. Mereka juga memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan pola curah hujan dan periode kekeringan.
Selain itu, spesies yang hidup di ekosistem pegunungan dan perairan tawar juga menghadapi risiko yang signifikan. Menurut peneliti, kondisi lingkungan yang terisolasi di sekitar habitat mereka, yang tidak ramah bagi spesies tersebut, menjadi salah satu penyebabnya. Akibatnya, spesies-spesies ini mengalami kesulitan dalam bermigrasi untuk mencari iklim yang lebih baik.