Setelah lebih dari 120 tahun dinyatakan hilang tanpa jejak, kelinci Omiltemi (Sylvilagus insonus) kembali ditemukan. Penemuan mengejutkan ini terjadi di Pegunungan Sierra Madre del Sur, Meksiko, hasil dari ekspedisi lima tahun yang gigih. Ekspedisi tersebut dipimpin oleh ahli ekologi José Alberto Almazán-Catalán dari Instituto para el Manejo y Conservación de la Biodiversidad (INMACOB), sebagai bagian dari proyek global Re:wild's Search for Lost Species.
Terakhir kali terdokumentasi pada 1904, kelinci Omiltemi dianggap punah karena perburuan liar dan kerusakan habitat. Namun, laporan dari penduduk lokal tentang keberadaan kelinci berekor gelap ini terus beredar, menjadi petunjuk penting bagi tim peneliti. Ekspedisi ini membuktikan bahwa pengetahuan lokal sangat berharga dalam upaya konservasi, bahkan untuk spesies yang dianggap telah punah.
"Mengetahui bahwa sudah 100 tahun berlalu, dan tidak ada ilmuwan lain yang pernah melihat kelinci (Omiltemi) hidup saja sudah luar biasa," kata ahli ekologi, pemimpin ekspedisi dan presiden Instituto para el Manejo y Conservación de la Biodiversidad (INMACOB), José Alberto Almazán-Catalán, dikutip dari laman Earth, Selasa (6/5).
Proses penemuan ini melibatkan berbagai metode inovatif. Tim peneliti mewawancarai penduduk lokal, menggunakan kamera jebak untuk memantau pergerakan satwa liar, dan memanfaatkan drone untuk memetakan wilayah tersebut. Bahkan, bangkai kelinci hasil perburuan lokal yang ditemukan turut membantu mengkonfirmasi keberadaan dan karakteristik spesies ini.
"Kelinci ini benar-benar berbeda dari kelinci ekor kapas biasa, dan saya benar-benar kagum dan sangat senang memiliki kesempatan untuk melihatnya," kata Almazán-Catalán.
Advertisement
Berbeda dengan namanya yang mungkin mengacu pada kelinci berekor putih, kelinci Omiltemi memiliki ekor pendek dan berwarna gelap. Ukurannya lebih kecil dari kelinci lain di wilayah tersebut, dan telinganya pun lebih kecil. Karakteristik unik ini semakin memperkuat statusnya sebagai spesies yang khas dan membutuhkan perlindungan khusus.
Hilangnya kelinci ekor kapas Omiltemi dalam waktu lama bukan sepenuhnya karena kelangkaannya. Ia memiliki jangkauan distribusi yang sangat kecil, terbatas pada hutan awan di jajaran pegunungan tertentu ini.
Hutan konifer ini sulit diakses dan belum menjadi prioritas tinggi untuk survei ilmiah sebelumnya. Ketidakstabilan politik, pendanaan terbatas, dan medan yang terjal menjadikan wilayah ini salah satu zona keanekaragaman hayati yang paling sedikit dipelajari di Meksiko.
Melindungi kelinci ini bukan hanya sekadar melestarikan satu spesies. Melindungi kelinci juga membantu menjaga jaringan ekologi di hutan dataran tinggi ini dengan menjaga keseimbangan hubungan predator-mangsa dan kualitas tanah.
“Kelinci penting untuk penyebaran benih. Kelinci merupakan dasar rantai makanan bagi predator seperti ular, burung hantu, tigrill, ocelot, puma, dan coyote,” kata Almazán.