Gerbang Kota Tertua Berusia 5.500 Tahun Ditemukan di Bawah Pabrik, Dikelilingi Dua Menara Batu
Sebuah gerbang kota tertua di Israel baru-baru ini ditemukan di kawasan industri modern yang dipenuhi pabrik dan mesin modern.
Sebuah gerbang kota tertua di Israel baru-baru ini ditemukan di kawasan industri modern yang dipenuhi pabrik dan mesin modern.
Gerbang Kota Tertua Berusia 5.500 Tahun Ditemukan di Bawah Pabrik, Dikelilingi Dua Menara Batu
Tel Erani
Tim arkeolog Israel baru-baru ini mengungkap penemuan yang dianggap sebagai gerbang tertua di negara itu. Usianya mencapai sekitar 5.500 tahun, para peneliti berpendapat penemuan menarik ini memberikan wawasan penting tentang asal-usul dan perkembangan kota di wilayah tersebut.
Gerbang kota tertua itu baru baru ini ditemukan oleh Otoritas Kepurbakalaan Israel (IAA) di Tel Erani, dekat kawasan industri Kiryat Gat, selama persiapan pembangunan pipa air besar.
Dilansir laman IFL Science, sebelum temuan ini ada gerbang tua yang tercatat di Israel yang ada di Tel Arad dan usianya kira-kira 300 tahun lebih muda dari gerbang ini.
Dengan tinggi mencapai 1,5 meter, gerbang ini dikelilingi oleh dua menara yang terbuat dari batu besar yang menyatu dengan tembok kota yang telah terungkap dari penggalian sebelumnya. Di tengah terdapat jalan yang dibangun dari batu-batu besar, mengarah ke dalam kota kuno.
Sumber: IFL Science
merdeka.com
Kawasan Tel Erani sudah digali sejak tahun 1950-an. Kota ini berdiri kokoh selama berabad-abad, mencapai puncaknya selama Zaman Perunggu Awal, sekitar 3.330 hingga 3050 SM.
Namun, seperti banyak kota lainnya, akhirnya runtuh sekitar abad ke- 6 SM, kemungkinan besar akibat invasi oleh Bangsa Babel yang juga menghancurkan Yerusalem pada saat yang sama.
Sebagai gerbang tertua yang pernah ditemukan di Israel, para peneliti menyatakan kemungkinan pusat-pusat kota dengan aktivitas ramai muncul lebih awal di wilayah Syiam ini daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Sumber: IFL Science
merdeka.com
Emily Bischoff, direktur penggalian atas nama IAA menjelaskan, “Ini merupakan kali pertama gerbang sebesar ini dari Zaman Perunggu Awal berhasil diungkap.
Dalam membangun gerbang dan dinding pertahanan ini, batu harus diambil dari jarak jauh, batu bata lumpur harus diproduksi, dan dinding pertahanan harus didirikan. Ini bukanlah hasil usaha seorang atau beberapa individu saja.”
Selain fungsinya sebagai pertahanan, para arkeolog berpendapat gerbang ini juga menjadi indikator rivalitas dan peperangan masa kuno."Tampaknya semua orang yang lewat, baik pedagang maupun musuh, yang ingin memasuki kota, harus melalui gerbang yang mengesankan ini. Gerbang ini bukan hanya sebagai pertahanan kota, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa seseorang memasuki pemukiman yang kuat dan terorganisir dengan baik secara politik, sosial, dan ekonomi," kata Martin-David Pasternak, seorang arkeolog Zaman Perunggu Awal dari IAA.