5 Kota Tertua di Dunia
Manusia mulai menetap setelah meninggalkan gaya hidup nomaden, beralih ke pertanian dan peternakan sebagai cara bertahan hidup.
Selama bertahun-tahun, teori arkeologi yang diterima secara luas mengenai asal-usul kota pertama dalam peradaban manusia tampak masuk akal. Diyakini bahwa manusia mulai menetap setelah meninggalkan gaya hidup nomaden, beralih ke pertanian dan peternakan sebagai cara bertahan hidup.
Namun, penemuan luar biasa di Göbekli Tepe, Turki, mengguncang pandangan tersebut. Bukti menunjukkan bahwa manusia menetap bukan hanya untuk bercocok tanam, melainkan karena adanya monumen keagamaan yang menjadi pusat aktivitas mereka.
Terlepas dari teori mana yang lebih akurat, satu hal yang pasti, Revolusi Neolitikum menjadi tonggak penting dalam sejarah manusia. Saat itulah peradaban mulai berkembang, membentuk desa, kota, dan akhirnya pusat-pusat metropolitan yang kita kenal saat ini.
Melansir dari Thecollector, berikut lima kota pertama yang menjadi fondasi peradaban manusia:
Çatalhöyük
Di dataran Konya, Anatolia selatan, Turki, tersembunyi sisa-sisa Çatalhöyük, sebuah kota kuno yang diperkirakan berusia lebih dari 9.000 tahun. Diyakini sebagai salah satu kota pertama dalam sejarah, Çatalhöyük memiliki struktur unik yang membedakannya dari kota-kota modern.
Kota ini tidak memiliki jalan, dan penduduknya bergerak dari satu bangunan ke bangunan lain melalui atap. Setiap rumah memiliki tangga yang mengarah ke atap, yang juga berfungsi sebagai ventilasi.
Rumah-rumah bata lumpur di Çatalhöyük saling berdempetan, menciptakan hubungan erat antara para penghuninya. Tidak ada pemakaman umum; sebagai gantinya, jenazah dikuburkan di bawah lantai rumah masing-masing.
Dalam beberapa kasus, tengkorak mereka diambil, dihias dengan tanah liat dan oker, lalu disimpan sebagai bagian dari ritual keagamaan atau mungkin sebagai warisan keluarga yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Eridu, Uruk, dan Ur
Peradaban Sumeria dianggap sebagai salah satu peradaban pertama di dunia, dan kota-kotanya menjadi pusat perkembangan budaya dan teknologi pada masanya.
• Eridu: Didirikan sekitar tahun 5400 SM di dekat Teluk Persia, Eridu adalah kota tertua bangsa Sumeria. Kota ini berkembang selama ribuan tahun, mengalami pembangunan berulang kali, hingga akhirnya ditinggalkan akibat perubahan lingkungan, termasuk naiknya permukaan air laut.
• Ur: Berdiri sejak tahun 3800 SM, Ur berkembang menjadi pusat kekayaan dan kebudayaan yang luar biasa. Pada puncaknya sekitar tahun 2500 SM, kota ini memiliki ziggurat besar, bangunan khas Sumeria yang menjadi pusat kehidupan keagamaan.
• Uruk: Kota ini didirikan sekitar milenium ke-4 SM dan mencapai puncaknya sekitar tahun 3100 SM dengan populasi mencapai 40.000 orang. Uruk dikenal dengan jaringan kanalnya yang menghubungkan daerah pertanian dengan jalur perdagangan maritim di sepanjang Sungai Efrat. Menurut legenda, Uruk diperintah oleh Gilgamesh, sosok yang kemudian diabadikan dalam salah satu epos tertua di dunia.
'Ain Ghazal
Terletak di timur kota Jericho, 'Ain Ghazal adalah pemukiman kuno yang berkembang sejak 10.300 SM. Pada puncaknya sekitar tahun 7000 SM, pemukiman ini berpenduduk sekitar 3.000 orang, empat kali lebih besar dari Jericho pada waktu itu.
Dikelilingi oleh ekosistem yang kaya, penduduknya mengandalkan pertanian dan perburuan dengan pola makan yang sangat bervariasi. Rumah-rumah bata lumpur yang mereka bangun memiliki dua kamar dan dibangun di tanah yang telah ditata secara terasering.
Mehrgarh
Mehrgarh, yang didirikan sekitar 7000 SM di dataran Kacchi, Pakistan, adalah salah satu situs awal di Asia Selatan yang menunjukkan bukti pertanian.
Perdebatan masih berlangsung mengenai apakah budaya Mehrgarh berkembang secara mandiri atau mendapat pengaruh dari peradaban Timur Dekat. Yang jelas, penduduk Mehrgarh adalah nenek moyang peradaban Lembah Indus.
Mereka menanam gandum, jelai, dan kurma, serta membangun rumah bata lumpur yang menjadi ciri khas peradaban awal.
Selain itu, mereka mengembangkan industri kerajinan seperti pembuatan manik-manik, pengerjaan logam, dan pengecoran dengan teknik lilin yang hilang, teknik yang masih digunakan dalam pembuatan perhiasan modern.
Knossos
Knossos, yang terletak di pulau Kreta, Yunani, tidak hanya terkenal karena reruntuhan istananya, tetapi juga karena legenda Raja Minos dan labirin Minotaur. Meski istana Knossos yang kita lihat sekarang dibangun setelah tahun 2000 SM, pemukiman di daerah ini sudah ada sejak sekitar 7000 SM.
Pada awalnya, Knossos dihuni oleh kurang dari 50 orang yang membangun gubuk dari anyaman dan tanah liat. Seiring waktu, populasi meningkat, dan rumah-rumah mulai dibangun di atas fondasi batu.
Sejak tahun 6000 SM, pemukiman ini berkembang menjadi komunitas yang lebih besar, dengan rumah-rumah berukuran kecil berisi satu hingga dua kamar. Salah satu bangunan yang ditemukan memiliki delapan kamar, yang kemungkinan besar digunakan sebagai gudang.
Praktik penguburan anak-anak di bawah lantai rumah ditemukan di Knossos, mirip dengan praktik yang dilakukan masyarakat Neolitikum lainnya. Seiring berkembangnya peradaban, Knossos menjadi pusat budaya yang penting dan memberikan inspirasi bagi mitologi Yunani.