FOTO: Pilu Pengungsi Palestina di Rafah, Mengais Sisa-Sisa Makanan hingga Barang Berharga di Tengah Reruntuhan Usai Serangan Udara Israel (merdeka.com)
ADVERTISEMENT
Kini kehidupan masyarakat Palestina semakin rumit di tengah meningkatnya ketegangan dan ancaman terhadap keselamatan warga sipil di Rafah, selatan Jalur Gaza.
Dampak serangan Israel ke Jalur Gaza, Rafah semakin memprihatinkan.
Hidup warga Palestina di wilayah tersebut kian sulit mendapatkan makanan karena antrean bantuan logistik makanan yang akan masuk ke Gaza dibatasi oleh Israel. Foto: SAID KHATIB / AFP
Kondisi ini membuat warga Rafah terpaksa mengais barang berharga dimulai dari makanan, pakaian, selimut hingga iyang berharga lainnya di tengah reruntuhan bangunan. Foto: SAID KHATIB / AFP
Potret warga Rafah yang memungut barang berharga hingga makanan kemasan di tengah reruntuhan bangunan pasca pemboman Israel ini menggambarkan penderitaan yang mereka alami. Foto: SAID KHATIB / AFP
Banyaknya bangunan dan infrastruktur yang hancur telah menyebabkan banyak kerugian bagi warga sipil di Rafah. Mulai dari rumah mereka hingga banyak fasilitas umum pun hancur dihantam rudal zionis Israel. Foto: SAID KHATIB / AFP
Hal ini membuat lebih dari 1 juta jiwa warga Gaza yang mengungsi di Rafah terjebak dalam konflik yang bisa saja mereka menjadi korban serangan udara militer zionis Israel yang biadab tersebut. Foto: SAID KHATIB / AFP
Anak-anak dan pengungsi Palestina yang kehilangan tempat aman terpaksa bertahan hidup di Stadion Yarmouk, arena sepakbola tertua dan terbesar di Jalur Gaza.
Hingga mendekati pertengahan 2026, kebutuhan pendanaan kemanusiaan untuk Gaza dan Tepi Barat sebesar 4,1 miliar dolar AS baru terpenuhi kurang dari 15 persen.
Menteri Kesehatan Palestina Majed Abu Ramadan mengumumkan peluncuran kampanye donor darah 'Darah Kita Satu' untuk mendukung pasien dan korban luka di Jalur Gaza, memperkuat pasokan darah nasional, dan menyatukan solidaritas rakyat Palestina.
Kelompok Hamas mendesak Dewan Perdamaian (BoP) untuk bersikap tegas mengecam rencana Israel memperluas kendali atas Jalur Gaza, sebuah langkah yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.