Foto-Foto Perbedaan Kondisi Sebelum dan Sesudah Migrasi Warga Palestina di Rafah yang Tertangkap Citra Satelit Maxar (merdeka.com)
ADVERTISEMENT
Baru-baru ini, satelit Maxar meliris penampakan gambar yang memperlihatkan perbedaan kondisi sebelum dan sesudah migrasi warga Palestina meninggalkan tempat tinggalnya ke wilayah Rafah yang menjadi tempat perlindungan terakhir mereka dari serangan pasukan penjajah zionis Israel. Foto: Maxar Technologies / Handout via REUTERS
Setelah serangan Israel pada 7 Oktober 2023 lalu, kurang lebih sebanyak 1 juta warga Palestina mengungsi ke wilayah Rafah, selatan Jalur Gaza. Foto: Maxar Technologies / Handout via REUTERS
Baru-baru ini, satelit Maxar menangkap penampakan gambar yang memperlihatkan perbedaan kondisi sebelum dan sesudah migrasi warga Palestina meninggalkan tempat tinggalnya dari wilayah Gaza bagian tengah maupun utara menuju Rafah, selatan Gaza. Foto: Maxar Technologies / Handout via REUTERS
Sebelum serangan Israel, pada 15 Oktober 2023, Maxar mengabadikan kawasan Rafah yang belum padat pengungsi. Foto: Maxar Technologies / Handout via REUTERS
Dalam visual yang berhasil dipotret, memperlihatkan suasana Kota Rafah yang ketika itu masih terlihat sepi dan tidak banyak penduduknya. Foto: Maxar Technologies / Handout via REUTERS
Namun, pada 14 Januari 2024, kawasan ini sudah penuh dengan para pengungsi yang berdatangan dari wilayah Gaza tengah dan utara yang mencari perlindungan. Foto: Maxar Technologies / Handout via REUTERS
Serangan Israel tersebut, telah memaksa banyak orang Palestina untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat yang lebih aman. Foto: Maxar Technologies / Handout via REUTERS
Rafah, yang terletak di bagian selatan Gaza, telah menjadi tujuan terakhir bagi banyak pengungsi dari sejumlah wilayah Jalur Gaza tengah dan utara. Foto: Maxar Technologies / Handout via REUTERS
Migrasi ini telah mengubah wajah kawasan Rafah menjadi padat secara signifikan, dengan jumlah pengungsi yang tinggi. Foto: Maxar Technologies / Handout via REUTERS
Kepadatan jumlah pengungsi di wilayah Rafah ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan dampak yang besar dari serangan militer zionis Israel terhadap kehidupan masyarakat Palestina di tempat perlindungan terakhir mereka di sana. Foto: Maxar Technologies / Handout via REUTERS
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kantor Media Pemerintah, disebutkan bahwa Israel sejak 11 Agustus 2025 telah menargetkan kawasan permukiman di Kota Gaza.
Warga Gaza kembali mengungsi setelah militer Israel menetapkan Kota Gaza sebagai zona pertempuran berbahaya menjelang operasi besar-besaran, Sabtu (30/08/2025).
Setelah menyatakan Rafah adalah zona aman untuk warga sipil, Israel mengancam akan menyerang daerah tersebut yang kini menampung 1.5 juta warga Palestina.
KPK memperlihatkan barang bukti hasil penyitaan operasi tangkap tangan terkait dugaan pemerasan izin tenaga kerja asing dan pengurusan dokumen keimigrasian.
Israel kembali membombardir kamp pengungsian Jalur Gaza. Serangan itu disertai ledakan dengan bola api, asap pekat, dan debu tebal yang membubung ke udara.
Sejak pertempuran berlangsung, Tayseer telah mengungsi sebanyak 9 kali. Dia pun berinisiatif menggali lubang untuk tempat berlindung dari serangan Israel.
Perayaan Natal di Gereja Kelahiran Yesus di Betlehem, Palestina, tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tak ada pohon Natal dan dekorasi yang mencolok.