FOTO: Wajah Sedih Anak-Anak Palestina Kelaparan dan Berebut Jatah Makanan di Jalur Gaza

Anak-anak Palestina tak hanya berjuang menghindari serangan Israel, tetapi juga harus bertahan hidup di tengah krisis air dan makanan.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Wajah Sedih Anak-Anak Palestina Kelaparan dan Berebut Jatah Makanan di Jalur Gaza
FOTO: Wajah Sedih Anak-Anak Palestina Kelaparan dan Berebut Jatah Makanan di Jalur Gaza (Merdeka.com)

Anak-anak Palestina tak hanya berjuang menghindari serangan Israel, tetapi juga harus bertahan hidup di tengah krisis air dan makanan.

Kondisi warga Palestina yang mengungsi di Kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, semakin memprihatikan. Mereka tak hanya berjuang menghindari serangan Israel, tetapi juga harus bertahan hidup di tengah krisis air dan makanan. Mohammed Abed/AFP
Dok. Istimewa
Di sebuah sekolah pemerintah yang diubah menjadi kamp pengungsian, warga Palestina menghadapi kelaparan. Mohammed Abed/AFP
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Saban hari, anak-anak hingga orang dewasa yang kelaparan berebut antrean untuk mendapatkan jatah makanan. Mohammed Abed/AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Diketahui, sebanyak 1,7 juta warga Palestina mengungsi di Kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, setelah Israel memaksa mereka untuk meninggalkan rumahnya. Mohammed Abed/AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mereka kini menderita kekurangan tempat tinggal, makanan, air dan obat-obatan. PBB dan kelompok hak asasi manusia telah memperingatkan bahwa bencana kemanusiaan di wilayah yang terkepung semakin memburuk. Mohammed Abed/AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Agresi militer tanpa henti di Jalur Gazayang dimulai sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 masih berlangsung hingga kini. Mohammed Abed/AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Serangan tanpa henti Israel itu menewaskan sekitar 29 ribu orang, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Mohammed Abed/AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sejumlah anak menyodorkan wadah yang mereka bawa sat mengantre jatah makanan di sebuah sekolah pemerintah yang diubah menjadi kamp pengungsian di Kota Rafah, Jalur Gaza, pada 19 Februari 2024. Mohammed Abed/AFP

Rekomendasi