Anak-anak Palestina tak hanya berjuang menghindari serangan Israel, tetapi juga harus bertahan hidup di tengah krisis air dan makanan.
Advertisement
Advertisement
Saban hari, anak-anak hingga orang dewasa yang kelaparan berebut antrean untuk mendapatkan jatah makanan. Mohammed Abed/AFP
Diketahui, sebanyak 1,7 juta warga Palestina mengungsi di Kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, setelah Israel memaksa mereka untuk meninggalkan rumahnya. Mohammed Abed/AFP
Mereka kini menderita kekurangan tempat tinggal, makanan, air dan obat-obatan. PBB dan kelompok hak asasi manusia telah memperingatkan bahwa bencana kemanusiaan di wilayah yang terkepung semakin memburuk. Mohammed Abed/AFP
Advertisement
Agresi militer tanpa henti di Jalur Gazayang dimulai sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 masih berlangsung hingga kini. Mohammed Abed/AFP
Serangan tanpa henti Israel itu menewaskan sekitar 29 ribu orang, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Mohammed Abed/AFP
Sejumlah anak menyodorkan wadah yang mereka bawa sat mengantre jatah makanan di sebuah sekolah pemerintah yang diubah menjadi kamp pengungsian di Kota Rafah, Jalur Gaza, pada 19 Februari 2024. Mohammed Abed/AFP
Advertisement