Arkeolog Temukan Reruntuhan Kuil dari Abad Kesatu SM, Digunakan untuk Menyembah Tiga Dewa Romawi
Ini adalah penemuan arkeologi terbaru yang paling menakjubkan di Italia.
Arkeolog Temukan Reruntuhan Kuil dari Abad Kesatu SM, Digunakan untuk Menyembah Tiga Dewa Romawi
Arkeolog Temukan Reruntuhan Kuil dari Abad Kesatu SM, Digunakan untuk Menyembah Tiga Dewa Romawi
Para arkeolog di Italia telah berhasil mengungkapkan sebuah penemuan menakjubkan di kota Sarsina. Penemuan ini diumumkan Kementerian Kebudayaan Italia (MIC) dalam keterangan persnya.
Suku Umbri
Sarsina, di masa lalu adalah pemukiman dari suku Umbri, yang kemudian dikuasai oleh bangsa Romawi pada abad ke-3 SM.
Melalui serangkaian penggalian yang cermat, para arkeolog berhasil menemukan reruntuhan sebuah kuil Romawi yang diperkirakan berasal dari abad ke-1 SM. Penemuan ini mengungkapkan struktur kuil yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi yang sangat penting.
Foto: Kementerian Kebudayaan Italia
Sarsina, selain memiliki arti penting dalam sejarah bangsa Umbri, juga merupakan tempat kelahiran Plautus, seorang penulis drama Romawi terkenal yang karyanya masih ada hingga kini.
Kota ini telah mengungkapkan banyak rahasia dari masa lalu, termasuk pemandian umum, reruntuhan kuil lainnya, dan benteng-benteng kota yang mencerminkan kehidupan masyarakat pada zaman Romawi. Temuan-temuan berharga seperti amfora, keramik, pilar, dan benda-benda perunggu juga berhasil ditemukan para arkeolog dalam beberapa tahun terakhir.
Sumber: Heritage Daily
Tiga Dewa
Temuan terbaru ini, yakni reruntuhan kuil berbentuk empat persegi panjang, diduga adalah Capitolium. Capitolium merupakan jenis kuil Romawi yang didedikasikan untuk Triad Kepala Dewa, yaitu Jupiter, Juno, dan Minerva.
Kuil semacam ini pada masa Augustus dan pemerintahan Julio Klaudian umumnya dibangun di tempat-tempat penting dalam Kekaisaran Romawi awal, seperti Roma, Pompeii, dan wilayah-wilayah lain yang memiliki makna sejarah yang kuat.
Sumber: Heritage Daily
"Temuan ini merupakan harta arkeologi penting yang dapat memberikan informasi berharga tentang sejarah dan evolusi wilayah geografis tertentu. Ini merupakan kontribusi penting bagi pemahaman kita tentang masa lalu dan dapat mempunyai pengaruh signifikan terhadap penelitian sejarah dan arkeologi."
Gennaro Sangiuliano, Menteri Kebudayaan Italia.
Sumber: Heritage Daily