Hubungan inses (bahasa Inggris: incest) adalah sebuah hubungan seksual yang dilakukan oleh pasangan yang memiliki hubungan saudara dekat. Seperti pada saudara kandung atau antara orang tua dan anak.
Hubungan inses ini tentu saja terlarang, karena selain tidak etis, hubungan ini juga dapat menyebabkan lahirnya keturunan yang cacat.
Anak yang dilahirkan dari perkawinan inses cenderung akan mengalami kelainan genetik. Menariknya, dalam sejarah Mesir Kuno, hubungan ini justru sering terjadi.
Advertisement
Patung-patung ini merupakan penghormatan terhadap Firaun Ramses II dan ratunya, Nefertari.
Advertisement
Dilansir dari Reuters, faktanya memang hubungan sedarah adalah sesuatu yang cukup umum di kalangan keluarga bangsawan Mesir Kuno.
"Seorang raja bisa menikahi saudara perempuannya dan anak perempuannya karena dia adalah keturunan seorang Dewa, seperti Isis dan Osiris, dan ini hanya menjadi kebiasaan di kalangan raja dan ratu,"
Ahli Epyptolog , Zahi Hawass.
Advertisement
Ramses II pertama kali menikahi Nefertiti yang terkenal karena kecantikannya, tetapi dalam pernikahan tersebut dia tidak memperoleh keturunan laki-laki. Akhirnya, dia menikahi saudara perempuannya untuk mendapatkan seorang putra.
Selain dia, ada beberapa bangsawan Mesir Kuno yang menikahi kerabat dekatnya. Seperti Senwosret I (menikahi saudara perempuannya Neferu), Amenhotep I (menikahi saudara perempuannya Ahmose-Meritamun), dan Cleopatra VII (menikahi saudara laki-lakinya Ptolemy XIV). Bahkan Ramses II menikahi anaknya sendiri.
"Osiris merupakan salah satu Dewa yang paling penting dalam agama Mesir Kuno. Pasangannya, Isis, juga adalah saudara perempuannya menurut beberapa kosmogoni Mesir Kuno. Oleh karena itu, anggota kerajaan banyak terlibat dalam perkawinan inses untuk meniru Osiris dan Isis, serta mempertahankan citra mereka sebagai dewa di Bumi,"
Advertisement
Ahli bidang Egyptology di Universitas Birmingham Inggris, Leire Olabarria dikutip dari LiveScience, Senin (28/8).
Hanya saja, di kalangan masyarakat biasa zaman Mesir Kuno, pernikahan inses tidak populer hingga masa pemerintahan Romawi. Mengapa hal ini terjadi, masih menjadi perdebatan.
Advertisement
Para peneliti mengatakan bahwa ada kemungkinan para orang tua mendukung anak-anaknya untuk melakukan itu agar harta kekayaan mereka tidak akan terpisah-pisah saat mereka mati nanti.