Arkeolog Temukan Piramida Berusia 3.000 Tahun di Tengah Padang Rumput, Berisi Tengkorak Kepala Suku
Struktur kuno ini berasal dari Zaman Perunggu Akhir.
Para arkeolog menemukan piramida berusia 3.000 tahun yang berasal dari Zaman Perunggu Akhir di tengah padang rumput di Kazakhstan. Piramida yang dikenal dengan nama Karazhartas ini terletak di dekat Sungai Taldy, wilayah Karaganda.
Struktur ini memiliki bentuk persegi dengan lapisan bertingkat yang menyerupai piramida, meski tingginya hanya sekitar 1,5 meter.
Dikutip dari laman The Brighter Side, Senin (10/3), piramida ini dibangun oleh budaya Begazy-Dandibay yang berkembang di Kazakhstan tengah pada abad ke-15 hingga ke-14 SM. Budaya ini dikenal dengan keahlian dalam metalurgi dan peternakan yang mendorong perdagangan logam di seluruh Eurasia, serta munculnya kelas bangsawan di wilayah tersebut.
Para arkeolog meyakini piramida ini berfungsi sebagai makam bagi salah satu anggota elit masyarakat Begazy-Dandibay. Penemuan ini didukung oleh adanya sarkofagus yang berisi tengkorak kepala suku, artefak perunggu, pecahan tembikar, dan tulang hewan, yang menunjukkan adanya ritual upacara yang dilakukan di tempat tersebut.
Sejarawan dan arkeolog yang memimpin penggalian meyakini piramida itu adalah makam salah satu tokoh elit masyarakat.
"Ini adalah salah satu monumen paling luar biasa dari budaya Begazy-Dandibay," kata sejarawan Serhan Cinar, yang memimpin proyek tersebut bersama arkeolog Aybar Kasenali.
Desain Unik
Penggalian yang dilakukan Ekspedisi Arkeologi Sary Arka dari Universitas Karaganda telah mengungkap desain piramida yang unik. Dibangun dalam formasi persegi, makam tersebut terdiri dari lapisan-lapisan seperti anak tangga yang membuatnya berbentuk piramida yang khas. Dimensinya—kira-kira 19,8 meter x 29,8 meter - menandakannya sebagai salah satu bangunan pemakaman terbesar yang diketahui dari jenisnya.
Meskipun tingginya relatif sederhana, hanya 1,5 kaki, makna penting piramida tersebut jauh melampaui bentuk fisiknya. Piramida tersebut berdiri sebagai bukti masyarakat yang menggunakan pengaruh melalui perdagangan dan kemajuan teknologi. Konstruksi dan skala monumen yang cermat menunjukkan piramida tersebut dibangun untuk menghormati tokoh yang berstatus tinggi.
Budaya Begazy-Dandibay merupakan salah satu peradaban yang signifikan di Asia Tengah selama Zaman Perunggu Akhir. Mereka dikenal karena inovasi dalam bidang metalurgi yang memungkinkan produksi alat dan senjata dari logam. Selain itu, kemampuan mereka dalam peternakan juga menjadi faktor penting dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Begazy-Dandibay terlibat dalam perdagangan logam yang meluas, yang berdampak pada perkembangan ekonomi dan sosial di kawasan tersebut.
Piramida Karazhartas, sebagai salah satu struktur pemakaman terbesar yang diketahui dari jenisnya, menunjukkan kemajuan artistik dan spiritual masyarakat Begazy-Dandibay. Konstruksi yang rumit dan penggunaan bahan bangunan yang berkualitas tinggi menggambarkan kemampuan teknik yang dimiliki oleh mereka. Hal ini juga mencerminkan pentingnya posisi sosial individu yang dimakamkan di dalamnya.
Kota Proto
Para arkeolog juga menemukan sisa-sisa kota proto atau kota Zaman Neolitikum, Kent, yang menunjukkan tingkat peradaban yang maju. Kota ini memiliki jalan-jalan yang teratur dan tembok pertahanan yang menunjukkan adanya organisasi sosial dan militer yang baik.
Penemuan sisa-sisa kota ini sangat penting karena memberikan konteks yang lebih luas tentang bagaimana masyarakat Begazy-Dandibay hidup dan berinteraksi satu sama lain. Dengan adanya struktur pertahanan, dapat dipastikan bahwa mereka memiliki kebutuhan untuk melindungi diri dari ancaman eksternal, yang menunjukkan dinamika sosial yang kompleks.
Selain itu, penemuan artefak yang beragam di lokasi ini memberikan gambaran lebih jelas tentang kehidupan sehari-hari masyarakat. Dari peralatan pertanian hingga perhiasan, semua ini menjadi bukti bahwa masyarakat Begazy-Dandibay memiliki kehidupan yang kaya dan beragam.