Arkeolog Temukan Pecahan Helm Zaman Besi di 'Ladang Emas', Dikubur Sejak Tahun 150 SM
Para arkeolog mengatakan helm ini temuan langka dan sangat unik.
Arkeolog menemukan pecahan helm kuno saat melakukan penggalian di salah satu situs arkeologi paling penting di Inggris. Helm ini berasal dari Zaman Besi dan merupakan temuan yang sangat langka.
Helm tersebut ditemukan di Snettisham, dekat Hunstanton, di lereng bukit berhutan dengan pemandangan pantai barat laut Norfolk. Ken Hill, lokasi penemuan ini juga disebut "ladang emas" karena di tempat ini ditemukan banyak kalung paduan emas dan perak (juga dikenal sebagai “torc”) dan koin ditemukan.
Dikutip dari Arkeonews, Selasa (21/1), helm ini disebut “Harta Karun Snettisham”, karena merupakan salah satu konsentrasi seni Celtic terbesar dan salah satu koleksi benda logam berharga prasejarah terbesar yang pernah ditemukan. Barang-barang tersebut ditemukan di setidaknya 14 timbunan berbeda yang dikuburkan antara tahun 150 SM dan 100 M. Penimbunan ini dilakukan pada akhir Zaman Besi dan era Romawi awal, dengan aktivitas paling banyak pada akhir Zaman Besi.
Kurator Museum Zaman Besi dan salah satu editor The Snettisham Hoards, Julia Farley, mengatakan benda ini sangat unik karena hanya ada sekitar sepuluh helm Zaman Besi yang dikenal di Inggris, dan masing-masing helm itu unik.
Menurut hasil penelitian, para pekerja logam di Zaman Besi telah menyempurnakan seni penyepuhan merkuri—mengaplikasikan emas pada perunggu menggunakan amalgam merkuri-emas yang beracun—merupakan salah satu temuan yang paling mengejutkan. Baik helm maupun koleksi obor dari timbunan Snettisham dibuat dengan cara ini.
Alasan Sentimental
Dr Farley menagtakan, helm ini memiliki semacam jembatan hidung yang sangat unik dan potongan alis kecil terbuat dari lembaran perunggu yang sangat tipis.
"Dan itu adalah hal yang sangat terampil untuk dapat dilakukan. Kami tidak tahu mereka bisa melakukan ini di Inggris 2.000 tahun yang lalu," cetusnya.
Mantan kurator Zaman Besi Eropa di British Museum dan peneliti proyek penggalian di Snettisham, Dr Jody Joy, mengatakan pecahan helm, yang sebelumnya diyakini sebagai potongan kapal, telah lama dianggap sebagai salah satu misteri Timbunan Snettisham yang belum terpecahkan. Dia menjelaskan bahwa bahan-bahan tersebut telah direkonstruksi dengan cermat oleh konservator logam Fleur Shearman, yang menyusunnya seperti teka-teki arkeologi yang rumit.
Para peneliti meyakini benda itu mungkin belum lengkap ketika dimasukkan ke dalam tanah karena banyak yang hilang. Menurut Dr Joy, kemungkinan benda itu disimpan untuk alasan pribadi atau sentimental, dan bahkan mungkin digunakan untuk membawa benda lain seperti obor.