Helm Berbentuk Unik Paling Mahal di Dunia, Dibuat dari Emas 15 Karat
Dihiasi secara rumit menyerupai rambut bergelombang dan telinga manusia.
Sebuah helm emas berusia lebih dari 4.500 tahun yang diperkirakan milik bangsawan Mesopotamia bernama Meskalamdug kembali mencuri perhatian dunia arkeologi.
Dihiasi secara rumit menyerupai rambut bergelombang dan telinga manusia, artefak langka ini ditemukan pada 1927 oleh arkeolog Inggris Sir Leonard Woolley di kawasan Royal Cemetery, Ur — wilayah yang kini berada di Irak selatan.
Penemuan helm tersebut dilaporkan IFLScience pada Selasa (29/7), lengkap dengan catatan sejarah yang menyebut bahwa benda ini disimpan secara rahasia menjelang Perang Teluk pertama dan berhasil selamat dari penjarahan besar-besaran pascaperang.
Helm asli saat ini tersimpan di Museum Irak, Baghdad, setelah berhasil dipulihkan pada 2003. Helm yang terbuat dari satu lembar emas 15 karat ini ditemukan di sebuah makam bersama barang-barang mewah lainnya seperti vas alabaster, belati emas, dan mangkuk-mangkuk emas. Salah satu mangkuk bertuliskan nama “Meskalamdug” — yang berarti “pahlawan dari tanah yang baik”.
Namun, karena ukuran makam dan jumlah artefaknya tidak semewah makam-makam raja lainnya, Woolley memperkirakan pemilik makam merupakan pangeran atau bangsawan, bukan raja Ur.
Menurut data Penn Museum, helm ini berukuran tinggi 22,7 sentimeter dan lebar 21 sentimeter. James Ogden, ahli perhiasan emas dari Inggris yang diminta membuat dua replika helm pada 1928, menggambarkan helm ini sebagai “seukuran kepala manusia” dan “mungkin merupakan hiasan upacara”.
Replika helm kini berada di British Museum (London) dan Penn Museum (Philadelphia).Ogden juga mencatat bahwa lubang-lubang kecil di sekitar helm kemungkinan digunakan untuk mengikatkan lapisan kain berlapis di bagian dalam.
Ia bahkan menemukan sisa-sisa kain tersebut saat mempelajari helm asli. Detail helm memperlihatkan rambut yang diikat pita dan disanggul kecil di belakang, dengan lubang pada telinga agar pemakainya dapat mendengar, serta lubang tambahan di bawah telinga untuk tali dagu.
Helm ini berbeda mencolok dari helm tembaga biasa yang dikenakan prajurit kala itu. Woolley mencatat dalam laporan tahun 1928 bahwa helm emas tersebut lebih menyerupai gaya rambut dan penutup kepala para penguasa Mesopotamia seperti Eannatum dan Sargon Agung (Sargon dari Akkad) pada abad ke-25 dan ke-24 SM.
Karena itu, helm ini diyakini sebagai salah satu penutup kepala logam tertua yang pernah ditemukan.Meski terdapat bukti bahwa Meskalamdug pernah menjadi raja dalam Dinasti Pertama Ur, tidak ditemukan penanda kerajaan dalam makam tersebut.
Para ahli kini menduga helm ini milik keturunan Meskalamdug, bisa jadi putra atau cucunya. Tokoh terkenal lain dari periode yang sama adalah Ratu Puabi, yang diyakini sebagai istri kedua sang raja.
Penemuan kembali helm ini menambah daftar panjang peninggalan arkeologi dari Mesopotamia yang membuka tabir kehidupan dan struktur sosial di peradaban tertua dunia.