Arkeolog Temukan Makam Sosok Firaun Misterius, Berkuasa di Mesir 3.600 Tahun Lalu
Makam ini terbuat dari batu kapus besar, memiliki beberapa ruangan dan pintu masuk yang dihias.
Arkeolog menemukan makam sosok firaun Mesir kuno yang berkuasa sekitar 3.600 tahun lalu di Abydos, Mesir. Namun sejauh ini, identitas firaun ini masih misterius.
Makam ini terbuat dari batu kapur besar, memiliki beberapa ruangan dan pintu masuk yang dihias. Para arkeolog menemukan makam tersebut hampir sekitar 7 meter di bawah tanah di lokasi pekuburan kuno, atau "kota orang mati." Nekropolis atau pemakaman tersebut terletak di Gunung Anubis di Abydos, sebuah formasi alami berbentuk piramida yang dianggap suci oleh orang Mesir kuno dan berfungsi untuk menyembunyikan makam yang dibangun di bawahnya.
Perampok makam kuno merusak teks hieroglif yang dilukis di atas batu bata di pintu masuk, sehingga nama makam itu tidak dapat dibaca, menurut siaran pers Museum Penn di Universitas Pennsylvania, dikutip dari CNN, Selasa (8/4).
Arkeolog tidak menemukan kerangka di dalam makam, sehingga makin sulit untuk mengungkap identitas pemilik makam. Namun para peneliti meyakini makam itu milik firaun yang memerintah Mesir bagian atas selama Periode Menengah Kedua antara tahun 1640 dan 1540 SM sebagai bagian dari Dinasti Abydos, salah satu dinasti yang paling tidak dipahami di Mesir kuno.
Firaun misterius itu mungkin merupakan salah satu dari beberapa raja yang terkenal tidak ada dalam catatan tradisional tentang raja-raja yang pernah memerintah wilayah tersebut.
"Ini adalah dinasti yang sangat misterius dan penuh teka-teki yang tampaknya telah dilupakan dari catatan kuno Mesir, karena berada pada periode kemunduran dan perpecahan politik," jelas Egyptologist dan profesor arkeologi Mesir di Universitas Pennsylvania, yang juga memimpin penggalian tersebut, Josef Wegner.
"Makam misterius ini membuka jalur penyelidikan baru (mengenai Dinasti Abydos)."
Firaun Tak Dikenal
Para ilmuwan menduga makam itu milik Firaun Senaiib atau Firaun Paentjeni, dua raja yang terwakili dalam catatan arkeologi dinasti yang sedikit jumlahnya yang ada sebagai bagian dari monumen khusus di Abydos.
"Ada kemungkinan juga ada raja yang sama sekali tidak dikenal," kata Wegner, yang juga kurator bagian Mesir di Penn Museum.
"Kami rasa kami tidak memiliki semua nama (raja Abydos) — bukti tidak bertahan secara konsisten untuk mereka."
Pada makam itu terdapat dua gambar dewi Isis dan Nephthys yang dilukis, yang umumnya digambarkan dalam upacara pemakaman seolah-olah mereka sedang berduka atas almarhum.
Para peneliti berencana untuk menyelidiki lebih jauh situs tersebut untuk menemukan lebih banyak makam.
“Bisa jadi ada 12 atau 15 raja yang membentuk kelompok raja ini,” kata Wegner.