Arkeolog Temukan Makam Prasejarah 13.000 Tahun di Hainan, Simpan Misteri Budaya Purba
Tim arkeolog menemukan makam tertua yang pernah ada di provinsi berbentuk pulau itu.
Sebuah makam prasejarah yang diperkirakan berusia antara 12.000 hingga 13.000 tahun ditemukan di Provinsi Hainan, China selatan. Temuan arkeolog ini dianggap sebagai makam tertua yang pernah ditemukan di provinsi yang berbentuk pulau tersebut, sebagaimana dikutip dari laman Antara News pada Rabu (12/11/2025).
Penelitian arkeologis dilakukan secara kolaboratif oleh Institut Warisan Budaya dan Arkeologi Provinsi Hainan, Sekolah Arkeologi dan Museologi Universitas Peking, serta Museum Sanya. Makam yang ditemukan di situs peninggalan Gua Luobi, Distrik Jiyang, Sanya, merupakan makam seorang anak yang dikebumikan dalam posisi miring dengan kaki tertekuk.
Di sekitar kepala dan pinggang, ditemukan ornamen kerang yang diyakini sebagai yang tertua dari jenisnya di China. Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai budaya prasejarah Hainan serta pertukaran budaya antara Hainan dan Asia Tenggara. Usia makam tersebut ditentukan menggunakan metode penanggalan karbon-14 dan uranium.
Bukti paling awal
Situs Gua Luobi, yang ditemukan pada tahun 1983, telah mengungkapkan penemuan fosil manusia, peralatan batu, alat dari tulang, dan sisa-sisa hewan. Semua ini menjadi bukti paling awal dari aktivitas manusia di China selatan. Temuan terbaru ini sangat berharga untuk memahami sejarah aktivitas manusia prasejarah di Pulau Hainan, serta untuk merekonstruksi urutan budaya prasejarah yang ada di pulau tersebut.
Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mempelajari pertukaran dan penyebaran teknologi peralatan batu serta budaya antara manusia di China selatan, Asia Tenggara, dan wilayah sekitarnya. Menurut Gao Xing, seorang peneliti dari Institut Paleontologi dan Paleoantropologi Vertebrata di Akademi Ilmu Pengetahuan China, temuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kita mengenai sejarah manusia prasejarah.