Arkeolog Temukan Benteng Berusia 200 Tahun, Bekas Pendudukan Inggris di Amerika
Ratusan tahun lalu, salah satu wilayah Amerika diserahkan kepada Inggris dengan imbalan pengembalian daerah Havana dan Manila.
Arkeolog melakukan penggalian di St. Augustine di pantai timur laut Florida, dan menemukan sisa-sisa pendudukan Inggris yang langka. Penemuan tersebut berupa benteng pertahanan dan pos militer berbenteng yang dibangun pada 1781.
St Augustine didirikan oleh Spanyol pada abad ke-16, dan menjadi ibu kota La Florida selama lebih dari 200 tahun. Kini, kota ini menyandang status sebagai pemukiman tertua yang dihuni secara berkala oleh orang Eropa di Amerika Serikat.
Seperti dilansir Heritage Daily, Sabtu (29/3), Florida diserahkan kepada Inggris dengan imbalan pengembalian daerah Havana dan Manila, setelah Perjanjian Paris pada 1763. Perjanjian tersebut ditandatangani setelah kemenangan Inggris atas Prancis dan Spanyol selama Perang Tujuh Tahun.
Kota ini ditempatkan di bawah pemerintahan James Grant, 4th of Ballindalloch, dan tetap berada di bawah kekuasaan Inggris selama dua dasawarsa berikutnya. Penggalian terbaru oleh Program Arkeologi Kota St. Augustine mengungkap parit pertahanan kering di lingkungan Lincolnville.
Menurut para arkeolog, parit tersebut merupakan bagian dari benteng pertahanan Inggris dan pos militer berbenteng yang dibangun pada 1781. Penemuan itu merupakan bagian dari rangkaian benteng pertahanan yang dibangun sepanjang tepi barat kota. Catatan sejarah dan peta menunjukkan keberadaan benteng pertahanan itu, tetapi penemuan ini merupakan bukti fisik arkeologi pertama.
“Itulah yang menarik tentang benteng pertahanan Inggris, benteng pertahanan ini merupakan satu-satunya pertahanan yang dibangun sendiri oleh Inggris,” jelas arkeolog Andrea White.
Kekuasaan Inggris atas Florida berakhir pada 1783 setelah Revolusi Amerika. Perjanjian Paris pada 1783 mengakhiri kekuasaan singkat Inggris atas St. Florida dan St. Augustine, serta mengakui kemerdekaan Tiga Belas Koloni sebagai Amerika Serikat, dan mengembalikan Florida ke tangan Spanyol.
Reporter magang: Devina Faliza Rey