Ahli Ciptakan Kembali Parfum Kaisar Romawi Kuno Julius Caesar, Bukan dari Daki dan Keringat Gladiator, Begini Wanginya
Di zaman Romawi, parfum biasanya dibuat dari campuran keringat para gladiator,
Julius Caesar adalah salah satu tokoh paling terkenal dari Romawi kuno. Dia adalah salah satu kaisar paling berpengaruh, yang memiliki kedekatan dengan Ratu Mesir, Cleopatra.
Baru-baru ini, Scent Culture and Tourism Association menciptakan parfum yang sering digunakan Julius Caesar, Telinum. Seperti apa wanginya? Apakah menggambarkan kegagahan dan kekuataannya sebagai seorang penguasa?
Menurut penelitian, parfum-parfum Romawi memiliki formula yang sederhana. Biasanya terbuat dari minyak bunga mawar dan keringat gladiator, karena daki dan keringat gladiator, dibandingkan darahnya, cukup dihargai untuk digunakan dalam seni pahat dan lukisan. Rhodium adalah formula yang juga paling banyak digunakan di Romawi kuno.
Namun demikian, wangi seorang kaisar lebih spesial dan berbeda.
Biasanya para eksekutif tingkat tinggi, jenderal, pendeta, dan orang kaya akan mengimpor parfum yang berbeda dari seluruh dunia agar wanginya berbeda dari orang lain atau memerintahkan pembuat parfum terkemuka pada zaman itu untuk membuatkan parfum khusus untuk mereka.
Studi khusus ini dilakukan di bawah pengawasan Associate Professor Cenker Atila dari Departemen Arkeologi Universitas Sivas Cumhuriyet, dengan dukungan dari pembuat parfum Milan dan keahlian Desainer Parfum ternama Bihter Türkan Ergül.
Dijual di Tiga Negara
Parfum Julius Caesar ini mengandung aroma kuno dari mawar batu hingga jeruk dan dari oud hingga amber. Parfum ini akan dijual secara bersamaan di Turki, Prancis, dan Italia mulai Oktober mendatang, seperti dilansir Arkeonews.
“Caesar adalah seorang jenderal dan diktator yang sangat terkenal, dan dia selalu menarik perhatian masyarakat dengan gaya hidup dan pakaiannya. Parfum yang digunakannya pun diikuti dengan minat yang besar oleh masyarakat," jelas Scent Culture and Tourism Association dalam pernyataannya.
"Seperti apa aroma Caesar, apa yang ada di dalam parfumnya, dari mana dia mendapatkan parfumnya, atau siapa yang membuatnya selalu menjadi bahan keingintahuan yang besar. Menurut informasi yang diberikan baik oleh penulis kuno maupun karya teman dekatnya, kandungan parfumnya telah banyak ditentukan. Parfum ini, yang ditandatangani oleh desainer parfum Ergül, terdiri dari aroma yang ditentukan berdasarkan data arkeologi dan sejarah,” tambah pernyataan itu.
Selain aroma seperti mint, mawar, lemon, bergamot, lavender, melati, water lily, violet, oud cedarwood, patchouli, dan amber, parfum tersebut juga mengandung wangi bunga iris dan rock rose, yang sangat banyak dicari dan sulit ditemukan pada zaman dahulu.