6 Tahun Telusuri Ladang, Pria Lansia Temukan Harta Karun Romawi Berusia 1.900 Tahun
Seorang pria menghabiskan waktu 6 tahun mencari di ladang yang sama dan akhirnya menemukan harta karun Romawi berusia 1.900 tahun
Ron Walters, pria berusia 76 tahun menemukan koin Romawi langka yang berasal dari tahun 69 M. Penemuan tersebut merupakan hasil dari usahanya selama enam tahun untuk menelusuri ladang yang sama di Wall Heath dekat Dudley, Inggris setiap musim semi dan gugur. Hingga ia menemukan koin berusia 1.900 tahun, yang dianggap sebagai koin pertama yang ditemukan di Inggris.
Menurut BBC, tanda utama kelangkaan koin tersebut adalah gambar profil kaisar Aulus Vitellius yang berkuasa hanya selama delapan bulan. Kelangkaan itu cukup berharga sehingga memungkinkan Walters untuk menjualnya di pelelangan kepada seorang kolektor dari Skotlandia seharga lebih dari Rp 107 juta, sudah termasuk biaya tambahan pembeli.
“Menemukan koin dari tahun 69 M adalah hal yang sangat langka,” kata Mark Hannam dari Fieldings Auctioneers kepada BBC.
“Kebanyakan koin yang kami temukan di negara ini berasal dari abad ketiga dan keempat. Saat ini kita berbicara tentang masa di mana emas berada pada tingkat paling murni,” tambahnya.
Dikutip Popular Mechanics, Selasa (8/4), Walters menceritakan saat ia menemukan koin langka tersebut.
“Saya keluar selama beberapa jam dan menangkap sinyal. Saya mulai menggali sedikit, tetapi kehilangan sinyal. Kemudian saya berhasil mendapatkan sinyal lagi dari gumpalan tanah yang berada di sekitar kedua kaki saya. Setelah itu, saya memecahkannya dan kemudian koin ini jatuh ke tangan saya,” kata dia.
Hasil Lelang dibagi rata antara Walters dan pemilik ladang. Tetapi baginya, penemuan itu sendiri adalah bagian paling berharga.
Masa kekuasaan singkat Vitellius terjadi selama perang saudara pertama Kekaisaran Romawi setelah kematian Nero. Dikenal sebagai “Tahun Empat Kaisar,” itu adalah tahun yang penuh gejolak di mana Kaisar Galba dan Otho sempat berkuasa sebelum Vitellius dan Vespasian naik takhta setelah Vitellius terbunuh.
“Saya hanya bisa membayangkan seorang prajurit bepergian dengan membawa koin itu,” kata Walters, “Mungkin melalui Prancis.” Setelah berhenti bepergian selama 1.900 tahun, koin tersebut kembali bergerak.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey