Jalan-Jalan di Desa, Pasangan Ini Temukan Harta Karun 30 Koin Emas dari Abad ke-15
Kumpulan koleksi 30 emas dan perak yang berasal dari Inggris dan Skotlandia dari tahun 1400-an ditemukan di perbatasan Skotlandia oleh pendeteksi logam amatir.
Pendeteksi logam amatir asal Skotlandia menemukan harta karun berusia 600 tahun, berbentuk koin emas dan perak yang mereka sebut “the find of a life time” atau penemuan langka yang sangat berharga.
Awalnya, para pendeteksi logam itu menemukan 30 koin dari Skotlandia dan Inggris yang dicetak sepanjang abad ke-15.
Penemuan langka ini ditemukan oleh Keith Young dan Lisa Stephenson. Mereka telah menjelajah di dekat desa Cappercleuch, wilayah Perbatasan Skotlandia.
“Harta karun ini adalah penemuan langka yang sangat berharga,” kata Stephenson dalam sebuah pernyataan dari Kantor Mahkota Skotlandia dan Layanan Kejaksaan Fiskal, seperti dilansir Live Science.
Beberapa koin adalah koin perak Inggris. Koin ini dicetak oleh Henry V (berkuasa tahun 1413-1422) dan Edward IV (berkuasa tahun 1462-1483). Sementara yang lain adalah koin emas demy dan setengah demy Skotlandia, yang dicetak oleh James 1 Skotlandia (berkuasa tahun 1406-1437) dan James II (berkuasa tahun 1437-1460). Koin-koin tersebut ditandai dengan gambar masing-masing raja pada saat dicetak.
Groat adalah koin perak besar yang diperkenalkan pertama kali di Inggris oleh Edward I pada 1279, bernilai empat peni (setara dengan Rp 800 – 1 juta, jika dihitung dalam mata uang modern).
Demy emas Skotlandia dinamai dari bahasa Prancis “démier,” yang bermakna “setengah,” karena nilainya yang kira-kira setengah dari harga noble (koin emas Inggris), dan biasanya bernilai sembilan shilling dalam rata-rata uang Skotlandia. Setengah demy emas adalah versi paling kecil dari demy, yang bernilai sekitar 4.5 shilling (setara dengan Rp 4.5 Juta).
Pasangan itu melaporkan temuan mereka kepada Unit Harta Karun Skotlandia yang bertanggung jawab untuk menyelidiki setiap penemuan arkeologi yang digali di seluruh negara. Penyelidikan awal oleh para arkeolog di unit tersebut menyatakan koin-koin itu mungkin ditinggalkan di situs tersebut pada awal hingga pertengahan tahun 1460-an.
Arkeolog kemudian menemukan lima koin lainnya yang tersembunyi di dekatnya. Sehingga, total harta karun tersebut menjadi 35 koin.
Antony Lee, pihak pengelola Unit Harta Karun mengatakan, “Timbunan koin yang berisi campuran koin Inggris dan Skotlandia bukanlah hal aneh, tetapi kami tidak melihat banyak timbunan dari periode ini di Skotlandia. Jadi ini adalah penemuan yang menakjubkan.”
Menurut Lee, “Keith dan Lisa bertindak dengan cepat dan tepat dalam melaporkan penemuan ini kepada kami.”
“Sebagai gantinya, kami, bersama dengan arkeolog dari Museum Nasional Skotlandia, turut hadir dan melakukan penggalian di situs tersebut. Lalu menemukan lima koin lagi dan mendokumentasikan keadaan harta karun itu bersama para penemunya,” ujarnya.
Setelah Unit Harta Karun selesai menganalisis, koin-koin tersebut akan diserahkan ke Panel Alokasi Temuan Arkeologi Skotlandia (SAFAP), sebuah panel independen yang menyediakan tempat koin tersebut untuk dipajang di museum.
SAFAP juga akan menetapkan nilai moneter untuk koin-koin itu, yang kemudian akan dibayarkan kepada penemu sebagai hadiah atas penemuan mereka. Setiap museum yang memajang koin tersebut diharapkan bisa mengumpulkan dana untuk hadiah “ex-gratia” atau yang biasa disebut dengan imbalan sukarela terhadap mereka. .
Reporter Magang: Devina Faliza Rey