Kurangi Macet dan Emisi, BRT Metropolitan Cekungan Bandung Bakal Digarap Brantas Abipraya
Proyek BRT Metropolitan Cekungan Bandung mencakup pembangunan fasilitas jalur on corridor, halte, perkerasan jalan dan lainnya.
PT Brantas Abipraya (Persero) mendukung pembangunan infrastruktur transportasi berkelanjutan melalui proyek Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Cekungan Bandung. Sebagai kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya mengambil peran menghadirkan sistem transportasi publik yang modern, aman, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Bandung Raya.
Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan proyek, Brantas Abipraya bersama para pemangku kepentingan menggelar kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Cibeunying Kidul (15/6). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai rencana pekerjaan, manajemen lalu lintas selama konstruksi, serta manfaat jangka panjang yang akan dirasakan masyarakat setelah BRT beroperasi.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana mengatakan, pembangunan BRT Metropolitan Cekungan Bandung merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus mendorong mobilitas masyarakat yang lebih efisien.
"Brantas Abipraya mendukung penuh pengembangan transportasi massal yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kehadiran BRT Metropolitan Cekungan Bandung diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas masyarakat sekaligus berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan di kawasan perkotaan,” ujar Dian.
Proyek BRT Metropolitan Cekungan Bandung mencakup pembangunan fasilitas jalur on corridor, halte, perkerasan jalan, serta revitalisasi trotoar yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna transportasi publik maupun pejalan kaki.
Selain itu, selama masa konstruksi, Brantas Abipraya menerapkan manajemen lalu lintas secara bertahap guna meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
Dalam pelaksanaannya, Brantas Abipraya juga mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui pemasangan rambu-rambu pekerjaan, pengaturan zona kerja, jalur pedestrian sementara, serta berbagai perangkat pengamanan lainnya sesuai standar yang berlaku.
Pelibatan Masyarakat
Dian menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan infrastruktur perkotaan. Oleh karena itu, Brantas Abipraya membuka ruang komunikasi yang aktif melalui mekanisme layanan pengaduan untuk menerima masukan, saran, maupun laporan dari masyarakat selama proses konstruksi berlangsung.
"Kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan keselamatan, kualitas, dan kenyamanan masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Bandung Raya," tambahnya.
Suherman, perwakilan masyarakat Kelurahan Cicadas, Bandung berharap dengan adanya BRT ini selain dapat mengurai kemacetan, dan dapat mengangkat dampak ekonomi untuk daerah sekitar.
BRT Metropolitan Cekungan Bandung merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih modern dan terintegrasi.
Dengan hadirnya layanan BRT, masyarakat nantinya akan memperoleh akses transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan andal, sekaligus mendukung terciptanya kawasan perkotaan yang lebih berkelanjutan.