17 Rute Transjakarta Terdampak Banjir Jakarta, Penyesuaian Operasional Dilakukan
Curah hujan tinggi di Jakarta menyebabkan 17 rute Transjakarta terdampak banjir pada Minggu pagi, memaksa penyesuaian operasional demi keamanan dan kenyamanan penumpang.
Banjir yang melanda Jakarta pada Minggu pagi ini telah mengganggu operasional layanan transportasi publik. Sebanyak 17 rute Transjakarta mengalami dampak signifikan akibat genangan air di berbagai titik. Penyesuaian rute dan jadwal terpaksa dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang.
Penyesuaian operasional ini meliputi layanan Mikrotrans, angkutan integrasi, serta Bus Rapid Transit (BRT). Pengalihan dan pemendekan rute menjadi solusi sementara yang diterapkan oleh pihak Transjakarta. Hal ini dilakukan menyusul curah hujan tinggi yang terjadi di ibu kota.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi terbaru. Penyesuaian ini bertujuan utama untuk keamanan dan kenyamanan seluruh pelanggan.
Dampak Banjir pada Layanan BRT dan Koridor Utama
Beberapa koridor utama Transjakarta mengalami perubahan rute akibat genangan air yang cukup tinggi. Koridor 2A (Pulogadung 1 - Rawa Nangka) misalnya, diperpendek hingga Damai karena banjir di ruas Pulo Nangka. Ini menunjukkan seberapa parah dampak genangan air terhadap jalur bus.
Koridor 3 (Kalideres - Monas) juga terdampak, dengan rute yang diperpendek menjadi Damai – Monas untuk kedua arah. Genangan air dan pembatas jalan yang roboh menjadi penyebab utama penyesuaian ini. Situasi ini memerlukan tindakan cepat dari petugas di lapangan.
Sementara itu, Koridor 6 (Ragunan - Galunggung) harus mengalihkan jalurnya karena genangan di sekitar kolong Underpass Mampang. Demikian pula Koridor 9 (Pinang Ranti - Pluit) dialihkan melalui Tol Slipi 1, sebab genangan air di atas 30 sentimeter setelah Halte Grogol. Koridor 13E (Puribeta - Kuningan) juga dialihkan melewati jalur atas akibat genangan di Underpass Mampang.
Penyesuaian Rute Mikrotrans dan Angkutan Integrasi
Tidak hanya layanan BRT, 10 rute Mikrotrans juga mengalami penyesuaian signifikan akibat banjir Jakarta. Rute JAK.04 (Grogol - Jembatan Dua) dan JAK.30 (Meruya - Citraland) bahkan berhenti beroperasi sementara. Hal ini disebabkan banjir di titik-titik krusial lintasan kedua rute tersebut.
Rute Mikrotrans lainnya seperti JAK.85 (Bintara - Cipinang Indah) mengalami pemendekan rute. Genangan setinggi 25-35 cm di Jl. Komplek Cipinang Indah II menjadi alasan utama. Beberapa rute Mikrotrans lainnya juga dialihkan, termasuk JAK.108 (Kramat Jati - Bambu Apus), JAK.37 (Cililitan - Condet), JAK.53 (Grogol - Pos Pengumben), JAK.71 (Kampung Rambutan - Pinang Ranti), JAK.75 (Kampung Pulo - Cililitan), JAK.78A (Benda - Penjaringan), dan JAK.93 (Jeruk Purut - Kebayoran Lama).
Angkutan umum integrasi juga tidak luput dari dampak banjir ini. Layanan 1C (Blok M - Pesanggrahan) dialihkan rutenya karena genangan air mencapai sekitar 50 cm di Jl. Ciledug Raya. Selain itu, layanan Non BRT 3E (Sentraland Cengkareng - Puri Kembangan) berhenti operasi sementara. Genangan air di Simpang Kapuk menjadi penyebab utama penghentian layanan ini.
Sumber: AntaraNews