Transjakarta Berhenti Operasi Akibat Banjir di Tiga Area Jakarta
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghentikan sementara operasional sejumlah rute bus dan Mikrotrans pada Jumat pagi, 23 Januari, akibat banjir dan genangan air di tiga area krusial. Keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan pelanggan dan o
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghentikan sementara operasional sejumlah rute bus dan Mikrotrans pada Jumat pagi, 23 Januari, karena banjir dan genangan air di tiga area. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyatakan bahwa akses jalan di lokasi tersebut tidak memungkinkan untuk dilalui oleh armada Transjakarta.
Penghentian layanan ini mencakup area Rawa Buaya, Grogol, dan Jakarta Utara, mempengaruhi berbagai rute penting bagi mobilitas warga ibu kota. Keputusan ini diambil untuk menjamin keselamatan penumpang dan kelancaran operasional di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda.
Meskipun demikian, beberapa rute Mikrotrans tetap beroperasi dengan modifikasi jalur, menghindari titik genangan air yang parah. Transjakarta juga melakukan pengalihan rute pada koridor tertentu untuk tetap melayani pelanggan sebisa mungkin di tengah keterbatasan.
Rute Terdampak Penghentian dan Pengalihan Layanan
Banjir yang melanda Jakarta pada Jumat pagi menyebabkan PT Transportasi Jakarta terpaksa menghentikan layanan di beberapa titik krusial. Area Rawa Buaya menjadi salah satu lokasi yang paling parah terdampak, menyebabkan sejumlah rute bus tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu.
Rute-rute bus Transjakarta yang berhenti sementara di area Rawa Buaya meliputi rute 3C (Rusun Kapuk Muara-Penggilingan), rute 3D (Penjaringan-Rawa Buaya), rute 9F (Rusun Tambora-Pluit), rute 12A (Kota-Dermaga Kaliadem), dan rute 12C (Penjaringan-Kelapa Gading). Penghentian ini berdampak signifikan pada perjalanan harian ribuan komuter yang bergantung pada layanan Transjakarta.
Selain itu, area Grogol dan Jakarta Utara juga mengalami gangguan layanan Mikrotrans akibat banjir. Rute Mikrotrans JAK 04 (Grogol-Tubagus Angke), JAK 56 (Grogol-Srengseng), JAK 05 (Semper-Rorotan), dan JAK 80 (Rawa Buaya-Rawa Kompeni) dihentikan sementara.
Transjakarta juga melakukan pengalihan rute untuk Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit) arah Pluit, yang dialihkan via Tol. Hal ini mengakibatkan Halte Kali Grogol hingga Jembatan Tiga tidak dapat dilayani, menunjukkan upaya adaptasi Transjakarta terhadap kondisi darurat banjir.
Modifikasi Jalur dan Permohonan Maaf Transjakarta
Dalam menghadapi situasi banjir, Transjakarta berupaya untuk tetap memberikan layanan semaksimal mungkin dengan melakukan modifikasi jalur. Beberapa rute Mikrotrans tetap beroperasi meskipun harus menghindari daerah dengan titik genangan air yang tinggi.
Rute Mikrotrans yang beroperasi dengan modifikasi jalur antara lain JAK 02 (Kampung Melayu-Duren Sawit), JAK 27 (Pulo Gebang-Rorotan), JAK 53 (Grogol-Pos Pengumben), JAK 75 (Cililitan-Kampung Pulo), dan JAK 78A (Banda-Cengkareng Timur). Modifikasi ini penting untuk menjaga konektivitas di sebagian wilayah yang masih memungkinkan.
Rute bus 1M (Meruya-Blok M) juga dialihkan karena genangan di Jalan Flamboyan, sehingga tidak melayani Bus Stop Karya Bakti Srengseng di kedua arah. Demikian pula, rute 5N (Kampung Melayu-Ragunan), 3E (Sentraland Cengkareng-Puri Kembangan), dan 6W (Duren Tiga-Blok M) dialihkan di titik-titik seperti Pasar Kambing, Royal Palem, dan Bangka Raya.
Ayu Wardhani menyampaikan permohonan maaf dari Transjakarta atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan layanan ini. Pihaknya juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat di tengah kondisi yang menantang ini, seraya berharap situasi segera membaik.
- Rute bus Transjakarta yang berhenti sementara di Rawa Buaya meliputi: 3C, 3D, 9F, 12A, 12C.
- Rute Mikrotrans yang berhenti sementara di Grogol dan Jakarta Utara meliputi: JAK 04, JAK 56, JAK 05, JAK 80.
- Rute Mikrotrans yang beroperasi dengan modifikasi jalur meliputi: JAK 02, JAK 27, JAK 53, JAK 75, JAK 78A.
- Rute bus yang dialihkan karena banjir meliputi: Koridor 9 (arah Pluit), 1M (Meruya-Blok M), 5N (Kampung Melayu-Ragunan), 3E (Sentraland Cengkareng-Puri Kembangan), dan 6W (Duren Tiga-Blok M).
Sumber: AntaraNews