Cek Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Negara Lain di ASEAN, Ada yang Rp54.114 per Liter
Indonesia, sebagai salah satu negara dengan konsumsi energi tinggi, memiliki struktur harga BBM yang unik dengan adanya jenis subsidi dan non-subsidi.
Dinamika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu menarik perhatian, baik di tingkat nasional maupun regional. Di kawasan Asia Tenggara, perbandingan harga BBM antarnegara menunjukkan variasi yang signifikan, dipengaruhi oleh kebijakan subsidi, pajak, serta fluktuasi harga minyak mentah global.
Indonesia, sebagai salah satu negara dengan konsumsi energi tinggi, memiliki struktur harga BBM yang unik dengan adanya jenis subsidi dan non-subsidi. Terbaru, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga untuk beberapa jenis BBM non-subsidi per 18 April 2026.
Kenaikan ini terjadi di tengah gejolak harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya terganggunya jalur distribusi energi global di Selat Hormuz.
Kondisi ini sebelumnya juga membuat sejumlah negara ASEAN turut menaikkan harga BBM mereka untuk menyesuaikan dengan pasar global. Secara umum, harga BBM subsidi di Indonesia tergolong murah dibandingkan dengan mayoritas negara tetangga.
Namun, untuk jenis non-subsidi, khususnya setelah kenaikan terbaru, harga di Indonesia menunjukkan tingkat kompetitif yang bervariasi jika dibandingkan dengan negara-negara lain di ASEAN.
Penyesuaian Harga BBM di Indonesia
PT Pertamina (Persero) telah mengumumkan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada Sabtu, 18 April 2026. Meskipun harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi tetap dipertahankan, terdapat kenaikan yang signifikan pada beberapa jenis BBM nonsubsidi.
Kenaikan harga ini terutama terjadi pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sebagai contoh, harga Pertamax Turbo di DKI Jakarta meningkat menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Selain itu, Dexlite melonjak dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) tetap stabil di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) di Rp12.900 per liter untuk wilayah Jawa. Harga BBM subsidi, yaitu Pertalite (RON 90) sebesar Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi (CN 48) sebesar Rp6.800 per liter, juga tidak mengalami perubahan.
Berikut adalah daftar harga BBM Pertamina per 18 April 2026:
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
- Solar Subsidi (CN 48): Rp6.800 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter (harga di Jakarta dan sekitarnya)
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.900 per liter (harga di Jakarta dan sekitarnya)
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.400 per liter (harga di Jakarta dan sekitarnya, naik dari Rp13.100)
- Dexlite (CN 51): Rp23.600 per liter (harga di Jakarta dan sekitarnya, naik dari Rp14.200)
- Pertamina Dex (CN 53): Rp23.900 per liter (harga di Jakarta dan sekitarnya, naik dari Rp14.500)
Perbandingan Harga BBM di Negara ASEAN
Perbandingan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia dengan negara-negara tetangga di ASEAN menunjukkan variasi yang signifikan. Singapura dan Laos secara konsisten menjadi negara dengan harga BBM tertinggi di kawasan ini, sementara Malaysia menonjol dengan kebijakan subsidi yang kuat untuk melindungi daya beli masyarakatnya.
Harga BBM Singapura: Termahal di ASEAN
Singapura tercatat sebagai negara dengan harga BBM tertinggi di ASEAN. Bensin RON 98 di Singapura mencapai sekitar 4,01 dolar Singapura atau sekitar Rp54.114 per liter per 18 April 2026.
Harga BBM Vietnam
Dikutip dari VnExpress, harga BBM di Vietnam untuk RON 95 tercatat mencapai VND 23.760 atau sekitar Rp15.427 per liter. Sementara itu, untuk bahan bakar nabati E5 RON92 dipatok pada harga VND 22.590 atau sekitar Rp14.667 per liter.
Harga solar di Vietnam juga mengalami penurunan sebesar 5,8% menjadi VND 31.040 (USD 1,18) per liter, yang merupakan harga terendah sejak 20 Maret.
Harga BBM di Thailand
Harga bahan bakar minyak (BBM) di Thailand mengalami penurunan pada hari Jumat, 17 April 2026. Penurunan ini diumumkan oleh operator SPBU PTT OR dan Bangchak yang memangkas harga solar sebesar Bt 1,50 per liter, serta bensin dan gasohol sebesar Bt 0,50 per liter. Perubahan harga ini mulai berlaku pada pukul 5 pagi.
Menurut informasi yang dikutip dari nationthailand, keputusan ini diambil setelah Komite Manajemen Dana Bahan Bakar pada 16 April menyetujui perubahan tarif kontribusi untuk menurunkan harga eceran solar dan bensin, mengikuti tren penurunan harga minyak global. Pihak berwenang menyatakan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk mencerminkan kondisi pasar yang lebih lemah dan untuk meringankan beban konsumen.
Harga BBM di Filipina
Sesuai dengan laporan yang diambil dari globalpetrolprices, harga BBM di Filipina saat ini mencapai PHP 96,50 per liter, yang setara dengan USD 1,61 per liter atau sekitar Rp27.595 per 13 April 2026. Jika dibandingkan, harga rata-rata bensin di seluruh dunia adalah USD 1,44 per liter. Ini menunjukkan bahwa harga BBM di Filipina lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata global, yang dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen di negara tersebut.
Harga BBM di Malaysia
Pemerintah Malaysia juga mengumumkan penurunan harga bensin yang mulai berlaku pada Kamis, 16 April 2026. Berikut adalah daftar harga BBM di Malaysia yang dikutip dari ringgitplus:
- RON95: RM4.02 per liter (-25 sen) atau sekitar Rp17.432 per liter, yang merupakan RM1.99 (0 sen) di bawah BUDI95.
- RON97: RM5.10 per liter (-25 sen).
- Diesel: RM6,72 per liter (-75 sen) di Semenanjung Malaysia (PM) dan RM2,15 (0 sen) di Malaysia Timur (EM).